oleh

Polres Parmout Lidik Pembangunan Gor Mangkrak

SULTENG RAYA – Polres Parigi Moutong (Parmout) mulai melakukan penyelidikan (lidik) pembangunan Gedung Olahraga (Gor) yang mangkrak di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat.

Kapolres Parmout, AKBP Andi Batara Purwacaraka mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum pembangunan Gor dengan anggaran Rp11 miliar tersebut sejak tanggal 23 Maret 2021.

Kapolres mengaku, penyidiknya telah memintai keterangan dari beberapa warga masyarakat terkait dengan pembangunan Gor tersebut.

“Sebenarnya dari tanggal 23 Maret 2021 kami sudah mendengarkan informasi awal dari beberapa masyarakat dan memang kami sudah melakukan lidik. Sudah berjalan, ada beberapa yang sudah kita wawancarai, ya nanti mungkin sambil berjalan,” ujar Andi Batara usai menerima kunjungan dari perwakilan Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (AMPIBI) Kabupaten Parmout di Mapolres Parmout, Selasa (27/4/2021) kemarin.

Andi Batara menambahkan, sesuai dengan petunjuk Bareskrim, dalam proses penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) tidak boleh dimunculkan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jangan sampai orang-orang terindikasi terlibat dalam kasus itu berusaha melakukan tindakan-tindakan menghilangkan barang bukti.

Baca Juga :   Pansus LKPj Kritik Kinerja Pengelolaan Anggaran Pemda Parmout

“Nanti pada saat kasusnya sudah terpenuhi unsur, sudah gelar perkara, sudah naikan pada proses sidik kemudian pada saat sudah P21 tahap dua baru kami ekspos secara keseluruhan. Insha Allah sambil berjalan, biarkan penyidik bekerja dulu baru nanti baru kita informasikan lagi perkembangannya,” jelasnya.

Andi Batara juga mengapresiasi kedatangan perwakilan AMPIBI untuk menyampaikan beberapa laporan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Parmout.

Sementara, juru bicara AMPIBI, Achlan Latandu mengatakan, kedatangan AMPIBI ke Polres Parmout pada dasarnya ingin bersilaturahmi dengan Kapolres Parmout sekaligus bekerjasama dengan Kapolres untuk membantu mengungkap kasus-kasus yang terjadi di Parmout.

“Harapan kami kiranya hal-hal yang kami ajukan ini dapat ditindaklanjuti diantaranya mangkraknya pembangunan Gor, pembangunan menara pandang, proyek pembangunan fasilitas budidaya sidat yang tidak pernah dimanfaatkan sejak dibangun sampai dengan hari ini. Bahkan sudah jadi hutan dan beberapa kasus lain yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar Achlan.

Baca Juga :   Gubernur Sulteng Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

Lanjut Achlan, khusus untuk pembangunan Gor kuat dugaan telah terjadi penyelewengan anggaran. Pasalnya, Gor yang sudah menghabiskan Rp8 miliar dari total anggaran Rp11 miliar tidak sebanding antara realisasi fisik dengan anggaran yang sudah dihabiskan.

“Bagi kami orang awam ini, patut diduga ada penyimpangan di dalamnya. Sehingga mudah-mudahan Pak Kapolres bersama jajarannya bisa menelusuri hal ini,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan AMPIBI lainnya, Zufikar Zamarni. Dia mengatakan, berdasarkan hasil perbincangan dengan Kapolres, orang nomor satu di Polres Parmout ini akan lebih fokus pada penanganan kasus pembangunan Gor.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Gor yang terletak di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat  mangkrak. Pembangunan Gor dengan anggaran belasan miliar rupiah terlihat seperti bangunan tua yang tidak terurus.

Baca Juga :   Wagub Sulteng: Pertambangan Emas di Bolano Lambunu Ilegal

Ironisnya, dua perusahaan berbeda yang mengerjakan pembangunan Gor tersebut selama dua tahun telah diputus kontrak (blacklist).

Pembangunan Gor itu dimulai pada tahun 2019 oleh perusahaan pemenang tender PT Dita Putri yang beralamat di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sekitar Rp11 miliar. Namun, perusahaan ini tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga diputus kontrak. Selanjutnya pembangunan Gor itu dilanjutkan kembali pada tahun 2020 oleh perusahaan pemenang tender PT Nur Ihsan Minasamulia yang beralamat di Tanggerang dengan anggaran sekitar Rp3,7 miliar. Namun, lagi-lagi perusahaan ini juga tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga juga diputus kontrak. AJI

Komentar

News Feed