oleh

Sekda Parmout Nyatakan ‘Rumah Presiden’ Bukan Aset Pemda

SULTENG RAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Zulfinasran, SSTP, MAP menyatakan bahwa rumah kayu (rumah presiden) di eks lokasi Sail Tomini bukan aset Pemda Parmout.

Hal itu diungkapkan menjawab pertanyaaan wartawan koran ini terkait polemik rencana pembongkaran ‘rumah presiden’ tersebut.

“Tadi (kemarin,red) saya sudah mengundang Kepala Bagian Aset, Kabag Umum, pejabat terkait lain untuk menanyakan persoalan rumah presiden tersebut. Ternyata rumah presiden itu tidak termasuk dalam aset Pemda Parigi Moutong,”ujar Zulfinasran, Senin (19/4/2021).

Zulfinasran menambahkan, seluruh fasilitas di dalam rumah tersebut seperti AC, bola lampu listrik, kursi, tempat tidur dan berbagai fasilitas lainnya telah diamankan oleh Bagian Umum Setda Parmout. Hal itu dilakukan agar aset-aset tersebut tidak hilang. Pasalnya beberapa AC di rumah tersebut dan beberapa fasilitas di gedung lain di kompleks Sail Tomini tersebut telah raib dicuri orang.

Baca Juga :   Polres Parmout Ungkap 28 Kasus Narkoba

Rumah presiden dibangun sejak tahun 2015 lalu menjelang pelaksanaan Sail Tomini. Rumah tersebut disiapkan khusus sebagai tempat menginap presiden ketika hendak membuka kegiatan Sail Tomini tahun 2015 silam, makanya dinamakan rumah presiden.  

Bupati Parmout, Samsurizal Tombolotutu memerintahkan agar rumah yang dirakit dari Sulawesi Utara tersebut dibongkar dan akan dipindahkan ke Tinombo. Bupati Samsurizal memerintahkan Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Revi Tilaar untuk mengkoordinir pembongkaran dan pemindahan rumah itu. Karenanya Revi mendatangkan sejumlah tukang dari Sulawesi Utara untuk melaksanakan perintah Bupati tersebut.

“Karena rumah panggung dari Minahasa saya yang disuruh untuk jadi penghubung. Kalau rumah panggung dari Toraja atau Bugis mungkin bukan saya yang disuruh,”ujar Revi melalui whatshapp.

Revi mengakui semua fasilitas di dalam rumah itu sudah diamankan oleh Bagian Umum Setda.

“Kami datang sudah kosong semuanya,”jelasnya.  

Baca Juga :   Pansus LKPj Kritik Kinerja Pengelolaan Anggaran Pemda Parmout

Sementara itu Bupati Parmout, Samsurizal Tombolotutu menyatakan bahwa rumah itu dibangun atas inisiatifnya dan dibangun dengan menggunakan uang pribadinya. Seperti dilansir dari media online, Kumparan, Samsurizal menyatakan, rumah itu akan dipindahkan ke Tinombo untuk dijadikan sebagai kediaman pribadinya.

“Jadi rumah itu dulu kan tempat tinggal Presiden. Sengaja dibuat karena ada aturannya bahwa Presiden tidak boleh menginap di rumah jabatan, karena Presiden mau menginap, tidak mungkin kita mau buatkan dia hotel berbintang,”jelas Samsurizal seperti dilansir Kumparan.

Karena waktu pelaksanaan Sail Tomini ketika itu sudah dekat, tersisa dua bulan, Maka Samsurizal berinisiatif menggunakan dana pribadinya untuk membangun rumah tersebut. Karena Samsurizal merasa berhak mengambil kembali rumah itu, mengingat saat ini katanya, dia belum memiliki rumah pribadi. Sedangkan rumahnya yang di Palu sudah menjadi milik istrinya dari hasil tugas negara.

Padahal Bupati Parmout memiliki rumah jabatan (rujab) yang megah di Parigi namun dalam kurun beberapa tahun terakhir sangat jarang ditempati. Bupati Samsurizal lebih banyak tinggal di Pantai Mosing Kecamatan Tinombo Selatan dan Pantai Lolaro Tinombo.

Baca Juga :   Polres Parmout Siapkan 600 Personil Pengamanan Idul Fitri

Namun berdasarkan penelusuran wartawan koran ini, rumah yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dibangun oleh salah satu perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Ampibabo dan Toribulu.  Bahkan pemeliharaan rumah itu masih menjadi tanggung perusahaan sawit tersebut.

“Ketika atap rumah presiden terbongkar dihantam angin, pihak perusahaan sawit yang memperbaikinya dengan anggaran sekitar Rp100 juta,”ujar salah satu sumber di Pemda Parmout.

Rencana pembongkaran rumah presiden itu mendapat menolakan dari sejumlah warga setempat. Mereka keberatan jika bangunan yang telah menjadi ikon Sail Tomini itu dibongkar dan dipindahkan. Akibat penolakan tersebut kegiatan pembongkaran itu untuk sementara dihentikan. AJI 

Komentar

News Feed