oleh

Pemkot Palu Tampung Saran Lewat Konsultasi Publik

SULTENG RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu melaksanakan konsultasi publik revisi dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana Kota Palu tahun 2021 dengan melibatkan para pimpinan OPD di lingkup Pemerintah kota Palu, NGO dan lembaga lainnya di salah satu retoran di Kota Palu, Senin (19/4/2021).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Palu, Singgih B Prasetyo, mengatakan, masa rehabilitasi dan rekonstruksi seharusnya sudah berakhir Desember 2020 lalu, namun masih banyak pihak yang mengusulkan agar rehabilitasi dan rekonstruksi diperpanjang.

Pertimbangannya, masih banyak permasalahan belum kelar, diantaranya mengenai hunian layak bagi para penyintas bencana alam di daerah itu, hingga masalah pemenuhan iar bersih.

Baca Juga :   Pembangunan Huntap B1 di Sulteng Diupayakan Rampung Bertahap

“Masih banyak yang harus kita selesaikan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi beberapa diantaranya yakni Huntap, insfrastruktur jalan, penyediaan air bersih di Huntap, dan lainnya,” kata Singgih.

Ia berharap, melalui pertemuan tersebut, pihak yang hadir dapat memberikan masukan dan saran, guna memperkaya dokumen review rencana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi belum tuntas sebelumnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Muhammad Issa, menyatakan, konsultasi publik itu bertujuan agar perencanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai dengan sistem perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.

“Selain itu, dalam rangka upaya memantau dan mengendalikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Palu dengan materi meliputi aspek kemanusiaan, pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan aspek lintas sektor,” ucapnya. HGA

Baca Juga :   Pemkot Palu Ajukan Lima Ranperda

Komentar

News Feed