oleh

Cukup Rp16.800, Driver Gojek Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

SULTENG RAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan alias BPJamsostek Kantor Cabang Palu melaksanakan kopdar dan sosialisasi program sektor informal alias bukan penerima upah (BPU) dilanjutkan dengan buka puasa bersama para driver Gojek di kantor Gojek Cabang Palu, Ahad (18/4/2021).

Pada kesempatan itu, Account Representatif Khusus BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, Andri Hotib Wahid, menerangkan program serta manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk kewajiban iuran bagi pekerja informal yang sangat terjangkau.

“Ada dua program dasar yang wajib diikuti, yakni JKK (jaminan kecelakaan kerja) dan JKm (jaminan kematian). Untuk iuran JKK, driver Gojek cukup bayar Rp10.000 setiap bulan. Sedangkan JKm, cukup membayar Rp6.800 per bulan. Dengan membayar Rp16.800 per bulan, maka risiko kecelakaan kerja maupun kematian terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Andri.

Baca Juga :   Pembangunan Huntap B1 di Sulteng Diupayakan Rampung Bertahap

Senada, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, Amrullah, mengatakan, pengendara alias driver ojek online merupakan salah satu pekerja sektor informal dengan risiko tinggi atas kecelakaan kerja dan kematian. 

“Melalui kesempatan kopdar ini, kami berharap para driver Gojek di Palu memahami manfaat menjadi pserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Amrullah.

Ia menjelaskan, dengan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, maka sejak keluar dari rumah hingga pulang bekerja, semua risiko kecelakaan kerja terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun manfaat program JKK bagi pekerja informal, tidak terkecuali bagi driver Gojek, yakni biaya rumah sakit tanpa batas bagi peserta mengalami kecelakaan kerja, dirawat di fasilitas rumah sakit pemerintah kelas I.

Baca Juga :   13 Pasien Covid-19 di Palu Sembuh

Apabila kecelakaan mengakibatkan kematian, kata dia, ahli waris peserta akan mendapat santunan kematian akibat JKK sebesar Rp70 juta. Jika peserta cacat total tetap akibat JKK, maka akan mendapat santunan Rp68 juta lebih. Selanjutnya, akan mendapatkan beasiswa bagi dua orang anak dengan nilai total hingga Rp174 juta.

“Selain itu, peserta bakal mendapat penggantian penghasilan akibat kecelakaan kerja untuk satu tahun pertama Rp1 juta setiap bulannya,” ucapnya.

Selanjutnya, manfaat JKm, yakni peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja mendapat santunan kematian dengan total sebesar Rp42 juta.

Kemudian, mendapat beasiswa dua orang anaknya hingga Rp174 juta, dengan catatan, peserta yang meninggal dunia sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal tiga tahun.

Baca Juga :   6 Kepala SD di Palu Jadi Kepsek Penggerak

“Semoga setelah pertemuan ini, seluruh driver Gojek di Palu bisa ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, SPV Gojek Cabang Palu, Sarianto, menyambut baik sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, hingga kini jumlah driver Gojek aktif di Kota Palu mencapai ratusan orang. Namun, yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan belum signifikan.

“Kami juga selalu mendorong agar para driver kami ikut dalam program perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, sehingga risiko kecelakaan kerja maupun kematian dapat terlindungi. Apalagi, iurannnya terbilang sangat rendah, namun manfaatnya sangat besar,” ucapnya.

Pantauan Sulteng Raya, sejumlah driver yang ikut sosialisasi antusias mengajukan pertanyaan kepada pemateri untuk mendapatkan informasi rinci mengenai manfaat hingga mekanisme pendaftaran. HGA

Komentar

News Feed