oleh

Makna Penjor Saat Perayaan Galungan

SULTENG RAYA – Perayaan Hari Raya Galungan selalu identik dengan pemasangan penjor di pinggir jalan atau depan rumah umat Hindu. Lantas apa sebenarnya makna penjor?

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Tengah, I Nengah Wandra, menjelaskan, penjor memiliki makna dari peningkatan spiritual umat Hindu.

“Penjor itu maknanya adalah bagaimana peningkatan spiritual kita (umat Hindu). Bentuk penjor yang melengkung ke bawah, sebetulnya simbol bagaimana kita mampu untuk menurunkan ego,” jelas I Nengah Kepada Sulteng Raya, Rabu (14/4/2021).

Ia mengatakan, sebenarnya terdapat banyak filosofi penjor, namun paling penting adalah bagaimana umat Hindu sebagai seorang manusia bisa selalu mawas diri dan tidak selalu memandang ke atas.

Baca Juga :   Plt Kakanwil Kemenag Serahkan 35 Sertifikat Halal

“Ibaratnya kita selalu merendah lah, memiliki ego yang bisa dikontrol. Itulah maksud makna penjor itu sebetulnya,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Penjor dibuat menggunakan tiang bambu setinggi 10 meter, merupakan gambaran gunung tertinggi, kemudian dihiasi dengan hasil-hasil bumi, kue, serta kain putih dan kuning.

Penjor terdiri dari beberapa unsur melengkapinya, di antaranya bambu, kelapa, kain kuning dan janur, kain putih, pala, tebu, padi, sanggah dan upakara memiliki makna atau simbol dari kekuatan Tuhan.

Penjor Galungan sudah dipasang minimal pada hari penampahan atau sehari sebelum Hari Raya Galungan.

“Dan akan dicabut setelah genap 35 Hari Raya Galungan atau dikenal dengan Budha Kliwon Pahang,” tuturnya. NDY

Baca Juga :   1.458 Personel Amankan Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Komentar

News Feed