oleh

DP3A Sulteng Workshop Penyusunan Majalah Elektronik D’Pena

SULTENG RAYA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan workshop penyusunan majalah elektronik D’Pena dan jurnalistik di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (12/4/2021).

Ketua Panitia, Rusdin Borahima, mengatakan, workshop tersebut diselenggarakan selama dua hari, yakni hingga Selasa (13/4/2021).

“Tujuan kegiatan ini, yakni sebagai wadah informasi tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kepada masyarakat dan aparatur Pemerintah, melalui media elektronik yakni majalah elektronik D’Pena. Majalah tersebut bertujuan memberikan informasi tentang data perempuan dan perlindungan anak serta kegiatan-kegiatan telah diselenggarakan DP3A Sulteng,” ujarnya.

Pada workshop tersebut, para peserta mendapatkan materi terkait penulisan berita dan teknik pengambilan foto jurnalistik.

Baca Juga :   Pemkot Launching ‘Palu Berbagi’

Sementara itu, Sekretaris DP3A Sulteng, Laode Hamisi, mengatakan, workshop majalah elektronik D’Pena merupakan bagian dari informasi tentang data perempuan dan perlindungan anak serta kegiatan-kegiatan telah diselenggarakan DP3A Sulteng.

Workshop tersebut sangat penting, agar DP3A Sulteng bisa lebih cepat mengetahui informasi-informasi atau data-data terkait informasi geder dan anak.

“Diharapkan workshop ini berdampak positif pada peningkatan informasi kepada masyarakat, menjadi integrasi dan validasi data serta memperkuat dan terjalin koordinasi pemangku kebijakan pusat dan daerah khususnya untuk mendesain pembangunan sistem informasi gender dan anak berskala nasional,” jelas Laode.

Ia juga berharap 25 peserta yang juga pegawai DP3A Sulteng dapat mempelajari, menyusun serta mengolah sistem informasi gender dan anak lebih baik di DP3A Sulteng.

Baca Juga :   Libur Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Rp25 Miliar di ATM Palu

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti dengan seksama agar setelah kegiatan ini dapat menyusun data dan informasi dengan baik sehingga dapat mewujudkan satu sistem data informasi gender dan anak secara nasional di provinsi,” lanjutnya. NDY

Komentar

News Feed