oleh

HUT ke 19 Tahun Parmout Dilaksanakan Secara Sederhana

SULTENG RAYA – Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) memasuki usia ke-19 tahun  tanggal10 April 2021. Peringatan hari ulang tahun tersebut dilaksanakan secara sederhana melalui upacara bendera dengan menerapkan protokol kesehatan di halaman Kantor Bupati Parmout, Sabtu (10/4/2021). Wakil Bupati Parmout, H Badrun Nggai, SE bertindak selaku innspektur upacara.

Usai upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) Parmout, Zulfinasran, SSTP, MAP kepada sejumlah wartawan mengatakan, visi Kabupaten Parmout adalah terdepan di Sulawesi Tengah tahun 2020. Menurutnya jika melihat perkembangan dari tahun ke tahun terlihat ada perubahan baik segi infrastrukur, pendidikan dan pelayanan kesehatan serta sektor-sektor lainnya.    

“Bagaimana kedepannya? Jelas kita mengikuti regulasi-regulasi atau ketentuan yang mengatur tentang pemerintahan daerah. Pemda selalu berusaha untuk bagaimana bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada di Parigi Moutong, namun kita tidak bisa pungkiri sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang kita masih dikepung oleh pandemi sehingga beberapa sektor yang lain terjadi penurunan,”ujar Zulfinasran.

Baca Juga :   Pansus LKPj Kritik Kinerja Pengelolaan Anggaran Pemda Parmout

Zulfinasran berharap semoga pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga Pemda bisa melakukan lompatan-lompatan program.

Sementara itu salah seorang tokoh pemekaran lahirnya Kabupaten Parmout, H Moh Nur Dg Rahmatu, SE mengatakan, cita-cita pembentukan Kabupaten Parmout adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menjadikan kabupaten Parmout lebih maju dibanding daerah lain di Sulteng sesuai visi Pemkab Parmout menjadikan Kabupaten Parmout terdepan di Sulteng tahun 2020. Namun faktanya kata Nur Rahmatu, bukannya terdepan, Kabupaten Parmout malah berada di urutan belakang dibanding daerah lain di Sulteng.

“Kemudian di lima tahun terakhir ini juga Kabupaten Parigi Moutong lebih parah, lebih terpuruk lagi dari sisi pembangunan maupun kemasyarakatan. Kita boleh lihat pembangunan di daerah kita itu dengan dana yang cukup besar tidak terprogram dengan baik dalam rangka mengejar cita-cita terdepan. Tingkat pendapatan perkapita yang seharusnya tertinggi ternyata kita masih rendah, kemudian nilai tukar petani yang seharusnya juga tinggi ternyata juga rendah.  Indeks pembangunan manusia kita juga stagnan tidak berjalan naik,”ujar Nur Rahmatu yang juga anggota DPRD Sulteng dapil Parmout.

Baca Juga :   Wagub Sulteng: Pertambangan Emas di Bolano Lambunu Ilegal

Nur Rahmatu menambahkan, penyebab belum terwujudkan cita-cita menjadi yang terdepan tersebut adalah karena kepemimpinan pemerintahan yang ada saat ini tidak maksimal membangun Parmout sesuai cita-cita terdepan tersebut. Penyebab lain lanjut Nur, dalam rangka meletakan program pembangunan tidak melihat skala prioritas sehingga Parmout  belum menjadi terdepan. Padahal katanya,  Parmout memiliki potensi sumber daya manusia yang potensial, sumber daya alam yang besar, letaknya yang sangat strategis dan jumlah penduduk yang besar namun tidak mampu dikelola dengan baik.

 “Berdasarkan UU Nomor tahun 2002, ibukota kabupaten itu di Parigi. Kenapa tidak maksimalkan untuk menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat perdagangan. Tapi jadi jelas akhirnya sehingga pemanfaatan anggaran kita itu tidak fokus. Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus lari jauh 160 kilometer dari Parigi ke Tinombo. Darimana mata anggaran untuk biaya kesana kemari. Kalau sekali-kali kita berkantor pindah-pindah di wilayah Kabupaten Parigi Moutong mungkin tidak masalah. Tapi ini sudah menjadi paten. Ini sudah melanggar UU Nomor 10 tahun 2002. Untuk apa kita difasilitasi kantor yang megah dan fasilitas lainnya tapi tidak digunakan,”tegasnya.

Baca Juga :   Polres Parmout Ungkap 28 Kasus Narkoba

Karenanya mantan Ketua DPRD Parmout ini berharap agar Pemkab dan DPRD Parmout duduk bersama untuk membicarakan kenapa pemerintahan di Kabupaten Parmout hanya dijalankan oleh wakil bupati. AJI

Komentar

News Feed