oleh

Peduli NTT, FK Unisa Palu Kirim Tim Medis

-Pendidikan-dibaca 278 kali

SULTENG RAYA- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, pekan kemarin telah mengirim Tim Medis Arteria Fakultas Kedokteran  ke Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bentuk kepedulian dan respon atas bencana alam yang telah menimpa daerah itu.

Sebagaimana diketahui, provinsi ini telah dilanda bencana alam berupa angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang yang dalam sepekan terakhir.

Sebanyak enam dokter yang dikirim, tergabung dalam Tim Bantuan Medis Arteria Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu, dua diantaranya adalah dokter spesialis dan empat lagi adalah dokter umum.

Masing-masing dr. Muhammad Zulfikar Tjatjo Sp.B., dr. Muhammad Rezza anastesi Sp.An., dr. Ardiyansah., dr. Muhammad Shadiq., Irvan Nahwi Rasul S.Ked., dan Muhammad Fadhel. S.Ked.

Baca Juga :   SDN 21 Palu Persiapkan Diri ANBK Lewat Workshop

Saat ini, keenam dokter itu telah tiba di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, sebagai salah satu daerah terparah. Rencana tim di sana akan melakukan penanganan kegawatdaruratan dan membawa bantuan berupa sandang pangan yang titipkan melalui Arteria Care Humanity TBM Arteria.

TIM Medis akan melakukan skrining pasien sekaligus pemeriksaan, untuk mengetahui kategori pasien.

Pasien-pasien yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut akan di rekomendasikan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Lewoleba, tim sebelumnya telah berkordinasi dengan dr. Shef Bernard  Direktur RSUD Lewoleba yang berada di Lembata.

“Alhamdulilah, kami sudah tiba di Pulau Lembata, saat ini kami telah melakukan kordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Lewoleba dr. Shef Bernard,” ujar dr. Muhammad Zulfikar Tjatjo Sp.B. Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga :   Hari ini Unismuh Palu Tarik Mahasiswa Peserta PPL

Katanya, setelah berkoordinasi di Rumah Sakit, tim melanjutkan ke posko induk untuk melakukan koordinasi, di sana diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata. Selanjutnya tim melanjutkan Koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan.

“Setelah itu, tim lanjut datang ke Posko Angkatan Laut, di sana tim berkoordinasi dengan Kapten Marinir Yusuf,”ujarnya lagi.

Dari posko angkatan laut, tim melanjutkan scrinning (assement) ke titik pengusian di antaranya Posko BKDM, Posko Lewoleba Timur, Posko Santo Paos, dan Posko MTS.

Dari hasil assement itu, Tim menemukan beberapa pasien luka ringan diakibatkan pasca banjir, dan kebutuhan pokok yang di butuhkan saat ini adalah selimut, dan lauk pauk. ENG

Komentar

News Feed