oleh

Kakanwil Kemenag Sulteng Kecam Pelaku Bom di Makassar

-Kota Palu-dibaca 378 kali

SULTENG RAYA – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Rusman Langke, mengecam keras pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Ahad (28/3/2021).

“Tidak ada ajaran agama manapun yang memerintahkan kekerasan antarsesama umat manusia,” tegas Kakanwil Rusman, Senin (29/3/2021).

Kakanwil meminta agar seluruh umat beragama agar tetap tenang dan tidak terpancing isu hoaks dan tidak bertanggung jawab terkait aksi tersebut.

“Mari Kita tetap tenang waspada dan tetap menjaga kerukunan antar sesama umat beragama,” imbaunya.

Sesuai imbauan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), Kakanwil pun mengingatkan agar aparat sipil negara (ASN) Kemenag Sulteng tidak turut menyebarkan konten berisi kekerasan tidak layak dibagikan ke publik. ASN Kemenag Sulteng agar tidak menyulut keresahan di publik maupun media sosial.

Baca Juga :   Pemkot Palu Realisasikan Bantuan PPG PAI

“Justru ASN harus menjadi penyejuk, turut mendorong terwujudkan kenyamanan dan kedamaian dalam beribadah antar umat beragama, khususnya di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

 

TERDUGA PELAKU PENGANTIN BARU

Diketahui, disadur dari kompas.com, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Ahada (28/3/2021), merupakan pasangan suami istri. Keduanya diketahui baru saja menikah beberapa waktu lalu. 

“Pelaku pasangam suami istri, baru menikah enam bulan,” kata Argo dalam keterangannya, Senin (29/3/2021).

Ia mengatakan, identitas pelaku pria yaitu L. Sementara pelaku wanita adalah YSF, seorang pegawai swasta. Keduanya merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.

Baca Juga :   Dispusarda Sulteng Gelar Workshop Menulis Buku Bagi ASN

“Pelaku berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.

Argo menuturkan, penyelidikan terhadap pelaku bom bunuh diri masih terus dilakukan. Menurut Argo, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti-bukti lain, termasuk rumah pelaku.

“Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan, dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit saat ini berjumlah 15 orang. Sebanyak 13 di antaranya dirawat di RS Bhayangkari Makassar dan dua lainnya di RS Siloam.

“Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. Empat lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan,” kata Argo.HGA/KPC

Komentar

News Feed