oleh

Polres Tolitoli Tangkap Komplotan Pencurian Sarang Burung Walet

SULTENG RAYA – Polres Tolitoli berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sarang burung walet.

Hal itu disampaikan Wakapolres Tolitoli, Kompol F Tarigan didampingi Kasubbag Humas AKP Moh Rizal Hi Bandi, Kasat Reskrim Iptu Rijal SH dan Kapolsek Dondo Iptu Mansyur pada konferensi pers di Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Kamis (25/3/2021).

Wakapolres Tolitoli mengatakan, pencurian tersebut terjadi di dua gedung sarang walet yang berbeda namun wilayah yang sama yaitu di Desa Bambapun, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli.

Wakapolres Tolitoli menyebutkan, para pelaku berjumlah delapan orang dan enam diantaranya telah ditangkap, sementara dua pelaku saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Keenam pelaku yang sudah ditangkap yaitu R (48), B (22), N (26), H (30), A (44) dan K (44) yang keseluruhan pelaku merupakan warga di Desa Bambapun, Kecamatan Dondo. Dua pelaku saat ini sementara dilakukan pengejaran,” kata Wakapolres Tolitoli.

Wakapolres Tolitoli menjelaskan, pencurian tersebut dilakukan oleh para pelaku diperkirakan pada Kamis (4/3/2021) dini hari sekira pukul 03.00 wita di gedung sarang burung walet milik korban Junimar. Namun, korban mengatahui kejadian tersebut pada Kamis (18/3/2021).

Dikatakan Wakapolres Tolitoli, para pelaku melakukan aksinya mempunyai peranan masing-masing, ada yang memanjat masuk ke dalam gedung sarang burung walet dan mengambil sarang burung dan ada pula yang mengawasi dari bawah.

Dari hasil introgasi yang dilakukan, para pelaku ini juga mengakui bahwa mereka juga telah melakukan pencurian dengan modus yang sama di gedung sarang burung walet milik korban Tono.

“Jadi gedung sarang burung walet milik kedua korban ini berdekatan, namun cukup jauh dari perkampungan, jadi tidak terpantau langsung oleh pemilik,” ucap Wakapolres Tolitoli.

Diketahui, setelah para pelaku ini melakukan pencurian, mereka langsung menjualnya di wilayah Pantai Timur tepatnya di Kota Raya.

“Nantinya kami akan menjemput barang bukti sarang burung walet yang sudah terjual tersebut guna proses penyidikan,” ujarnya.

Adapun taksiran kerugian dari kedua korban yakni Junimar sekitar Rp17.000.000 dan Tono sekitar Rp16.000.000. */YAT

Komentar

News Feed