oleh

BNNK Donggala Bangun Komitmen dengan Peserta Didik

-Kab. Donggala-dibaca 200 kali

SULTENG RAYA- Sebanyak 40 remaja dan pelajar Kabupaten Donggala bangun komitmen dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala, untuk menyebarluaskan Informasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  di lingkungan sekolah masing-masing.

Mereka ini terdiri dari 10 orang peserta didik dari SMKN 1 Banawa, 5 orang Peserta Didik dari SMKN 2 Banawa, 5 orang peserta didik dari SMAN 1 Banawa, 5 orang peserta didik dari  MA Maleni, 5 orang peserta didik dari MTS Maleni, 5 orang peserta didik dari SMPN 1 Banawa, dan terakhir 5 orang peserta didik dari  SMPN 2 Banawa.

Komitmen tersebut dibangun di Aula SMKN 1 Banawa, Kabupaten Donggala, Jumat (26/3/2021).

Sebelumnya telah dilakukan Informasi dan Edukasi melalui Talkshow / Tatap Muka dihadiri dan sekaligus dibuka oleh Sub Koordinator Seksi P2M BNN Kabupaten Donggala, Markus, S.Kep. Ns, mewakili Kepala BNN Kabupaten Donggala, AKBP Abire Nusu.

Dalam sambutannya, Markus berharap agar para remaja dan peserta didik ini dapat menjadi agen-agen BNN Kabupaten Donggala di lingkungan sekolah masing-masing. Menyebarkan informasi P4GN, mencegah terjadinya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Mengingat para pengedar tidak hanya menyasar kalangan masyarakat menengah ke atas atau para pekerja, melainkan telah menyasar kalangan bawah termasuk peserta didik, terbukti dengan banyaknya peserta didik yang terjaring oleh BNN saat turun menjangkau ke sekolah-sekolah.

“Untuk itu, selain dapat membentengi diri dari pengeruh penyalahgunaan narkoba, tentu juga diharapkan menjadi agen-agen, menyebarkan informasi P4GN di lingkungan dan sekolah masing-masing,”harap Markus.

Sementara itu, narasumber di kegiatan itu, dr H. Erwin J Putra B membawakan materi tentang  Bahaya dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba. Menekankan akan bahayanya penyalahgunaan narkoba dari sisi kesehatan, tidak hanya berakhir di rumah sakit, termasuk rumah sakit jiwa melainkan berakhir di kuburan.

Katanya, tingkat bahaya Narkoba hampir sama dengan Covid-19, karena angka kematian akibat dari Narkoba ini terbilang tinggi. “Tingkat kematian (karena Narkoba) di Indonesia saat ini berkisar antara 40 sampai 50 orang perhari. Pertahun, kurang lebih 15 ribu orang meninggal karena Narkoba. Jadi tingkat bahayanya hampir sama dengan Covid-19, “katanya. 

Sedangkan Praktisi Anti Narkoba, Masudin Radja, S.Sit., M.Kes., C.Ht, membawakan materi tentang Remaja Masa Kini Remaja yang Tangguh Narkoba dan memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk ikut serta memerangi narkoba. ENG

Komentar

News Feed