oleh

Data Penerima Stimulan di Sirenja Diduga Dipalsukan

SULTENG RAYA – Puluhan warga Kecamatan Sirenja dan Balaesang mendatangi kantor DPRD Kabupaten Donggala. Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah aspirasi diantaranya dugaan adanya pemalsuan data penerima dana stimulan di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Kamis (25/3/2021).

Kedatangan masyarakat tersebut diterima dengan menggelar rapat dengar pendapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Takwin.

Kordinator Aksi, Fauzan menyampaikan telah terjadi pemalsuan data penerima stimulan di Kecamatan Sirenja dan Balaesang. Khususnya di Desa Tondo, dirinya menemukan sebanyak 22 warga yang tidak memiliki rumah tetapi menerima dana stimulan kategori rusak berat sebesar Rp50 juta rupiah.

“Kami mau menyampaikan persoalan-persoalan yang ada di desa kami, khususnya di Desa Tondo. Sebanyak 22 warga yang tidak memiliki rumah, tetapi mereka mendapatkan bantuan dana stimulan Rp50 Juta rupiah,” sebutnya.

Baca Juga :   Ketahanan Keluarga Kunci Penting Wujudkan Desa Bersinar

Sementara itu kata dia, ada warga yang seharusnya menerima dana stimulan karena rumahnya rusak, tetapi tidak terdaftar sebagai penerima dana stimulan. Selain itu, banyak pemalsuan yang dilakukan, diantaranya rumah rusak ringan dimasukkan menjadi rusak berat.

“Seakan-akan hanya masyarakat yang dekat dengan pemerintah desa saja yang mendapat perhatian. Di luar daripada itu malah didiskriminasi, bahkan ada yang sampai diturunakn dari rusak sedang menjadi rusak ringan,” jelasnya.

Tidak hanya itu kata dia, hunian sementara (Huntara) yang juga masyarakat tempati saat ini kondisinya sudah mulai rusak. Pembangunan Huntap juga tidak ada kejelasan sampai sekarang, masyarakat mau tinggal dimana.

“Belum lagi pemilik tanah yang dibangunkan Huntara juga sudah mulai protes, karena lahannya mau digunakannya kembali bercocok tanam,” terangnya.

Baca Juga :   Rutan Donggala Kembali Dibangun

Pihaknya juga menegaskan, akan melakukan penutupan jalan jika pemerintah daerah tidak menyelesaikan persoalan ini. Olehnya, anggota DPRD sebagai wakil rakyat diharap mampu menyuarakan aspirasi masyarakat tersebut.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Donggala, Alex meminta agar masyarakat mencatat nama-nama orang yang menerima bantuan Stimulan, tetapi tidak memiliki rumah sebelumnya.

“Setelah dicatat namanya, segera laporkan dugaan pemalsuan data tersebut ke Kepolisian. Agar bisa diproses secara pidana,” tegasnya. ADK

Komentar

News Feed