oleh

Pertumbuhan Ekonomi Sulteng di Atas Rata-rata Nasional

SULTENG RAYA – Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Dg Palabbi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) penanaman modal se-Sulawesi Tengah yang ditandai dengan pemukulan gong di salah satu hotel di Kabupaten Buol, Kamis (18/3/2021).

Pembukaan Rakor diawali penandatanganan dan pemberian penghargaan capaian target realisasi investasi serta penanaman modal tahun 2020 dan kesanggupan pencapaian target tahun 2021 oleh masing-masing kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan investasi sangat penting untuk membangun sebuah negara karena memberikan arus modal kapital terutama ke daerah yang menjadi pusat kegiatan usaha.

Modal tersebut akan menggerakkan perekonomian dunia sehingga tidak hanya mengandalkan pada APBD maupun APBN akan tetapi juga harus mendapat dukungan dari pemodal atau investor.

Salah satu pola yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung investasi melalui key performance indicator (KPI) merupakan suatu pola untuk meningkatkan investasi melalui eksekusi realisasi investasi besar, perbaikan peringkat kemudahan berusaha, penyebaran investasi berkualitas, promosi investasi terfokus berdasarkan sektor dan negara serta mendorong peningkatan investasi dalam negeri khususnya UMKM, untuk itu diharapkan kepada aparatur kabupaten/kota untuk memberikan kemudahan berusaha ke pada investor.

Baca Juga :   BKKBN Ajak Untad Sinergi Cegah Stunting di KKB

Menurut wakil gubernur pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2019-2020 cukup baik, pada tahun 2019 sebesar 7,15% dan tahun 2020 sebesar 4,6%, dalam kurun dua tahun tersebut Sulawesi Tengah berada diatas rata-rata nasional yakni 5,02% pada tahun 2019 dan kontraksi/ minus 2,17% pada tahun 2020, pencapaian tersebut dipastikan dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut wakil gubernur menyatakan meskipun di tengah pandemi akan tetapi  perkembangan investasi Sulawesi Tengah pada tahun 2020 sebesar 31, 80 atau melampaui target BKPM yakni 24,20 triliun atau naik 127% sehingga menempatkan posisi kedua di Kawasan Timur Indonesia.

Wakil Gubernur juga meminta masing-masing DPMPTSP di  kabupaten kota agar membentuk Mal Pelayanan Publik sesuai amanat Permenpan RB no. 23 tahun 2017.

Baca Juga :   Diberi Kaki Palsu, Martinus: Terima Kasih BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Kadis DPMPTSP, Ir. Christina Sandra Tobondo, MT dalam laporannya menyampaikan tema rakor yang dihadiri 13 kabupaten/kota se-Sulteng yakni “Investasi untuk Sulawesi Tengah maju, mandiri dan berdaya saing’

Menurutnya, pelaksanaan Rakor Tahun 2021 dilaksanakan di Kabupaten Buol, tahun sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Poso. Pelaksanaan Rakor dilakukan secara bergilir dimasing-masing kabupaten/kota

Dirinya berharap realisasi target investasi 31,75 triliun untuk tahun 2021 dapat tercapai. Bagi daerah yang mencapai target akan mendapatkan apresiasi serta penghargaan, sementara daerah yang tidak mencapai target akan mendapat teguran.

Bupati Buol, dr. H. Amirudin Rauf Sp. Og, M.Si, dalam ucapan selamat datang mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kedatangan Wakil Gubernur serta seluruh Kepala PTSP Kabupaten/Kota.

Baca Juga :   BPJamsostek Palu-Kejari Donggala Teken MoU

Menurutnya, pemerintah kabupaten Buol senantiasa berupaya meningkatkan pembangunan terutama pembangunan infrastruktur.

“Selaku tuan rumah, momentum pertemuan ini sangat penting, saya sampaikan kepada para kepala OPD saya untuk sharing pendapat dan menimba pengalaman kepada daerah yang sudah maju guna pengembangan pembangunan kedepan,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Rusli Dg. Palabbi SH, MH, Bupati Buol, dr. H. Amirudin Rauf Sp. Og, M.Si, Kadis DPMPTSP, Ir. Christina Sandra Tobondo, MT, Kepala PTSP Kabupaten/Kota, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buol, Kapolres dan pejabat terkait lainnya. *WAN

Komentar

News Feed