oleh

Calon Pengantin Baru di Donggala Harus Tes Urine

SULTENG RAYA – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Rusdin, memastikan diri mendukung program-program  Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, adalah dengan memasukkan tes urine sebagai salah satu tahapan yang harus dilalui oleh setiap calon pengantin baru yang ada di Kabupaten Donggala, mengacu pada regulasi yang ada.

“Sangat mendukung program ini, dan akan melaksanakan tes urine bagi calon pengantin baru yang mengacu pada regulasi yang ada,”ucap Rusdin, saat membuka penyuluhan narkoba, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Senin (15/3/2021).

Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda Seksi P2M BNN Kabupaten Donggala, Markus, S.Kep.,Ns  mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala yang telah menyatakan dukungan pada program-program P4GN BNN Kabupaten Donggala, bahkan tes urine telah dimasukkan dalam tahapan yang harus dilalui oleh para calon pengantin baru, sebagai bentuk upaya pencegahan dini.

Baca Juga :   Kesadaran Bayar Pajak Rendah Karena Kurangnya Intervensi Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Markus juga dalam materinya selain menjelaskan jenis-jenis narkoba juga menjelaskan bahaya dan dampak penyalahgunaan narkotika.

Katanya, berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya–LIPI Tahun 2019, tentang Survei Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2019 menunjukkan bahwa angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 1,80% atau sekitar 3.419.188 jiwa atau bisa dikatakan 180 dari 10.000 Penduduk Indonesia berumur 15 – 64 tahun terpapar memakai narkoba selama satu tahun terakhir.

Narkoba yang paling banyak digunakan adalah shabu, ganja diikuti oleh ATS dan zat psikotropika lainnya dengan cara penggunaannya adalah disuntik, dirokok, dihirup, disuntik dan dihirup, ditelan dan sublingual.

Sedangkan katanya, hasil penelitian Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkotika Tahun 2019 di 6 Provinsi yang mempunyai tempat Rehabilitasi menunjukkan berbagai keluhan fisik yang oleh responden dianggap terkait dengan pemakain zat yang disalahgunakan.

Baca Juga :   Disdikbud Donggala Tegaskan Tidak Ada Pungutan PPDB

Terutama keluhan sehubungan dengan infeksi rongga mulut (59,5%), gangguan pernafasan (52,8%), gangguan kulit (24,1%), dan overdosis (14,1%). Dampak fisik lainnya yang mereka alami adalah pusing-pusing hebat (73%), gangguan gigi (64,1%) dan gangguan rongga mulut (60,1%) merupakan keluhan yang paling sering dikemukakan dengan variasi frekuensi kejadian gangguannya.

Selain itu, responden juga menyebutkan dampak jangka panjang dari penyalahgunaan zat seperti gangguan kejiwaan (13,1%), penyakit menular seksual sebanyak (6,8%), hepatitis C sebanyak (5,8%), penyakit TBC (3,0%), sirosis hati (1,5%), AIDS (2,7%) stroke (0,8%), kebocoran katup jantung (0,2%), dan penyakit lain-lain (14,6%).

Sementara untuk daerah Sulawesi Tengah sendiri kata Markus, telah masuk dalam 4 besar penyalahguna narkoba secara nasional. Kabupaten Donggala ikut serta berkontribusi dalam peringkat tersebut. “Untuk itu, kami sangat harapkan untuk menghindari penyalahgunaan, karena dampak jangka panjangnya sangat berbahaya,”ujar Markus. ENG

Baca Juga :   Kesadaran Bayar Pajak Rendah Karena Kurangnya Intervensi Pemerintah

Komentar

News Feed