oleh

Rusli Baco: Jangan Coba Legalkan Miras di Morowali

SULTENG RAYA – Masalah legalitas minuman keras (miras) di wilayah yang telah ditetapkan oleh Presiden RI, dalam beberapa hari ini menjadi tranding topik di Kabupaten Morowali.

Baik tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga masyarakat banyak yang menyayangkan keputusan presiden yang melegalkan miras.

Ketua Majelis Ta’lim Khalid Bin Walid Kabupaten Morowali, Rusli Baco menegaskan, tidak ada ruang untuk miras di wilayah manapun. Adanya pelegalan tersebut bisa menjadi satu awal kehancuran bagi tatanan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini adalah keputusan yang salah dan keliru, akan rusak jiwa bangsa ini, khususnya di Kabupaten Morowali, jika ada pelegalan maka kami siap melakukan perlawanan tentunya diawali dengan jalur persuasif, namun kalau tidak bisa, terpaksa kita harus keras apapun yang terjadi, demi kebaikan kita semua, jangan coba legalkan miras di Morowali,” tegas Rusli.

Baca Juga :   Sembilan Pasangan Mesum Digerebek di Bahodopi

Sementara, Wakil Ketua I DPRD Morowali,¬†Syarifudin Hafid yang diminta tanggapannya mengatakan, terkait diizinkannya miras di wilayah tertentu, semuanya kembali ke daerah masing-masing. “Tentu tidak semua daerah harus sama menerima tentang pelegalan miras ini, ada daerah-daerah tertentu mungkin yang boleh dan ada yang tidak boleh, saya pikir Morowali perlu pertimbangan yang matang untuk masuk daerah yang dilegalkan karena pertimbangan berbagai faktor yang menjadi dasar-dasar kita untuk menolak pelegalan miras di Morowali,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali, Hi Mauluddin mengatakan, pihaknya masih menunggu fatwa MUI pusat secara resmi. “Secara kelembagaan, kami masih menunggu fatwa resmi, namun saya secara pribadi menyatakan bahwa Miras itu adalah haram, miras merusak akhlak generasi dan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,” tegasnya. BMG

Baca Juga :   Selama Ramadhan, THM di Morut Dilarang Beroperasi

Komentar

News Feed