oleh

Tekan Prevalensi, BNN Kota Gandeng Lembaga Adat

SULTENG RAYA-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, terus berupaya menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Kota Palu, setelah sebelumnya menjalin kerjasama dengan sejumlah Manajemen kafe, hotel, dan tempat hiburan malam yang ada di Kota Palu, kini giliran lembaga adat.

Ahad (28/2/2021), Kepala BNN Kota Palu, AKBP. Dr. Baharuddin, SE., M.Si telah melakukan pertemuan dengan Dewan Adat Kota Palu yang dihadiri langsung Ketua Umum Dewan Adat Kota Palu Drs. Moh Rum Parampasi, Ketua 1 Dr. Timuddin Dg Mangera Bouwo. M.Si, dan akademisi Untad Dr. Cristian Tindjabate. M.Si.

Disepakati dalam pertemuan itu, akan dilaksanakan dialog dengan mengambil tema “Penerapan Sanksi Adat Dalam Pemberantasan dan Penyalahgunaan Narkoba” dilaksanakan Tanggal 20 Maret 2021.

Baca Juga :   Polisi Razia Panti Pijat dan Petasan di Palu

Kepala BNN Kota Palu, AKBP. Dr. Baharuddin, SE., M.Si mengatakan, lembaga adat dan para tokoh adat yang ada di dalamnya punya peran penting di dalam masyarakat, sehingga keterlibatan mereka sangat penting dalam menyadarkan dan mengedukasi masyarakatnya untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Ini juga kata kaban, bagian dari implementasi dari tuntutan peran serta masyarakat dalam P4GN tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 6 Tahun 2010, dimana dalam pasal 1, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta dan membantu pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

“Permasalahan narkoba selalu berada di tengah-tengah masyarakat, dengan wilayah peredaran tanpa batas, baik di perkotaan maupun pedesaan, termasuk sasaran targetnya tidak pernah pandang bulu, usia dan status sosial, semua bisa kena oleh jerat jahat narkoba, untuk itu keterlibatan lembaga adat dan Tokoh Adat sangat penting di sini, sebagai orang yang dituakan (di hormati) di masyarakat,”jelas Kaban, Senin (1/3/2021).

Baca Juga :   Tolitoli di Plot Jadi Sentra Ekspor Sektor Perikanan

Perlu diketahui kata kaban, posisi Sulawesi Tengah secara nasional dalam hal penyalahgunaan narkoba telah menempati urutan ke-4, dan Kota Palu punya kontribusi besar dalam pemeringkatan itu, karena Kota Palu adalah pintu masuk narkoba di Sulawesi Tengah.

Bahkan sejumlah bandar besar yang sudah ditangkap oleh pihak Kepolisian maupun BNN rata-rata berasal dari Kota Palu. “Ini adalah PR besar kita bersama semua elemen masyarakat, untuk menuntaskan itu, minimal menurunkan tingkat penyalahgunaannya,”ujar kaban.

Langkah besar kata Kaban yang harus dilakukan bersama untuk menurunkan itu adalah mengedukasi dan menyadarkan masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan. Jika masyarakat sudah sadar, maka cepat atau lambat pasar bandar dan pengedar semakin sempit, dan pada akhirnya tidak memiliki pembeli. “Kalau tidak ada yang mau beli, pasti bangkrut, untuk itu kita harus sasar semua elemen masyarakat, lembaga pendidikan, badan usaha, serta lembaga-lembaga kemasayarakatan, termasuk lembaga adat, agar bergotong royong mengedukasi masyarakat agar sadar,”jelas kaban lagi. ENG

Baca Juga :   Purnatugas, Rusman Langke ke ASN Kemenag: Jaga Selalu Kekompakan

Komentar

News Feed