oleh

Bulan Depan, Kuliah Daring Untad Akan Dievaluasi

SULTENG RAYA-Proses Kuliah Daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di Universitas Tadulako (Untad) akan dievaluasi, sebagaimana surat edaran Rektor Untad Nomor: 01/UN28/SE/2021, tertanggal 4 Januari 2021, berisi sejumlah ketentuan terkait pelaksanaan perkuliahan semester genap TA 2020/2021.

Dimana Dalam surat edaran itu, rektor memastikan pembelajaran semester genap 2020/2021 akan dilaksanakan secara daring (online), mulai perkuliahan pertama sampai perkuliahan ke-8. Selanjutnya di pertengahan semester genap 2020/2021 (perkuliahan ke-8) akan dilakukan evaluasi menyeluruh atas situasi pandemi dengan mengacu pada rekomendasi Satgas Covid- 19 Provinsi Sulawesi Tengah

 “Saat ini sudah masuk dalam pertemuan ke-4, sebulan lagi akan di evalusi, apakah tetap diterapkan secara daring atau luring atau kedua-duanya,”kata Wakil Rektor Bidang Akademik (Bidak) Dr. Lukman Nadjamuddin M.Hum, saat menjadi narasumber pada dialog publik yang dilaksanakan oleh Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), dengan tema “Efektifitas Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19”. Sabtu (27/2/2021) Pagi, di Aula Rapat Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.

Baca Juga :   Lantik Para Wakil Dekan Fisip, Rektor Titip Pesan Hormati Dekan Sebagai Pimpinan di Fakultas

Katanya, Apabila kondisi pandemi telah membaik, maka akan dilakukan perkuliahan secara kybrid, yang merupakan perpaduan sistem daring (online) dan luring (offline). Namun, jika belum membaik, maka sistem perkuliahan secara daring akan dilanjutkan sampai akhir semester genap 2020/2021 (perkuliahan ke-16).

Memang katanya, kondisi ini ada ketidaknyamanan saat dilakukan pembelajaran secara daring, selain tidak terbiasa dengan situasi ini, juga tidak ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, sehingga ada sejumlah kendala yang cukup mengganggu dalam pelaksanan pembelajaran.

Tetapi kondisi ini tidak bisa dihindari, harus bisa menghadapinya dengan sejumlah formulasi dan rumusan-rumusan, agar tidak terjadi kevakuman dalam proses penguatan akademik dan koknitif mahasiswa.

“Kondisi ini (kuliah Online) memang tidak nyaman, tetapi tidak boleh menyerah, harus kita hadapi agar tidak terjadi kevakuman dalam proses penguatan akademik dan koknitif mahasiswa,” ujar warek. ENG

Baca Juga :   Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tanamkan Cinta Tanah Air

Komentar

News Feed