oleh

Kadisdikbud: Terdapat Empat Pilar Permasalahan Pendidikan Kota Palu

SULTENG RAYA- Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi menyebut akan berupaya menterjemahkan program strategis Pemerintahan Kota Palu dibawah kepemimpinan Hadiyanto Rasyid, dalam bentuk program, penganggaran dan target capaian, sehingga  “Palu Mantap Bergerak” ini bisa terwujudkan dalam bidang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada dialog publik yang dilaksanakan oleh Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), dengan tema “Efektifitas Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19”. Sabtu (27/2/2021) Pagi, di Aula Rapat Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.

Kata Kadis, ada empat pilar permasalahan yang menjadi tolak ukur dalam memajukan dan melakukan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Palu. Pertama adalah peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, kedua adalah pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, ketiga adalah implementasi kurikulum yang terintegrasi dengan visi misi Pemerintah Kota Palu, dan yang ketiga adalah singkronisasi peran dengan stekholder untuk mempercepat akselerasi peningkatan pendidikan.

Baca Juga :   Gunakan Jasa “Joki” Untad Diskualifikasi Satu Peserta UTBK SBMPTN 2021

Dari empat pilar tersebut kata kadis, jika berbicara 4.0, dua pilar diantaranya sudah mengena saat ini. Yakni ketika memulai pendidikan di masa pandemi berbasis elektronik, maka kendala utama yang dihadapi adalah kompetensi, kemampuan sumber daya, baik pendidik maupun tenaga kependidikan.

Karena masih banyak para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang belum mampu memanfaatkan teknologi informasi, untuk melakukan pembelajaran daring. “Ini kondisi faktual kemampuan Sumber Daya Manusia kita dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai bahan untuk melakukan pembelajaran daring,”ungkap kadis.

Begitu juga kata kadis persoalan pemerataan sarana, bahkan ada salah satu daerah di Kota Palu yang disebut  Dusun Wana, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, jangankan berbicara HP Androit, listrikpun di daerah itu tidak punya.

Baca Juga :   Akbid Cendrawasih Buka Perkuliahan Tatap Muka Awal Mei

“Di sana itu ada sekolah, ada masyarakatnya, jangankan HP Androit, listrikpun tidak ada, jikapun ada HP Androit dan ada pulsa data, kalau tidak ada listrik bagaimana mau bacas HPnya, ini adalah persoalannya,”jelas kadis.

Itulah kata kadis hal-hal yang harus dicarikan solusinya, saat ini melalui upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, telah berupaya menjawab permasalah itu dengan cara mengeluarkan anggaran hingga Rp7 Triliun khusus untuk menjawab permasalahan pulsa data, begitu juga terkait sarana kelengkapan IT di satuan pendidikan (sekolah).

“Sekali lagi, ini belum menuntaskan permalahan secara menyeluruh, karena masih ada daerah tertentu yang tidak memiliki aliran listrik, jika berbicara IT tentu erat kaitannya dengan aliran listrik,”tambah kadis.

Baca Juga :   SMPN 7 Palu Adakan Kegiatan Keagamaan Selama Bulan Ramadan

Diakhir dialog, Kadis berkeyakinan keempat pilar itu mampu dijawab dan diselesaikan oleh Pemerintahan Kota Palu melalui sinergitas seluruh komponen yang ada. ENG

Komentar

News Feed