oleh

Kemenag Sulteng Bimtek Hisab Rukyat di Morowali

SULTENG RAYA – Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat di Hotel Metro Morowali selama tiga hari, yakni Jumat sampai Ahad (26-28/2/2021). 

Ketua Panitia, Muh Naim, menjelaskan, kegiatan itu dalam rangka menjawab tingginya permintaan masyarakat untuk pengukuran arah kiblat, baik untuk pembangunan masjid baru maupun pengukuran kembali arah kiblat masjid yang telah dimanfaatkan selama ini.

Sementara, kata dia, pada saat bersamaan tenaga teknis yang memiliki kemampuan mengukur arah kiblat dengan baik dan benar masih sangat terbatas. 

“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah shalat dan perhitungan awal waktu sholat, serta menyiapkan ketersediaan tenaga teknis pengukuran arah kiblat terlatih agar merata di setiap daerah,” jelas Naim. 

Baca Juga :   Program Bangga Kencana Diharapkan Mampu Tekan Stunting di Sulteng

Kakankemenag Morowali, Ahmad Hasni,  menuturkan, hisab rukyat seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sepele. Padahal, kata dia, hisab rukyat merupakan salah satu kunci permasalahan umat Islam dalam pelaksanaan ibadah yang kerap kali timbul perbedaan di masyarakat. 

“Saya sangat senang ketika mendapat kabar dari Kasi Bimas Islam bahwa akan dilaksanakan Bimtek Hisab Rukyat di Morowali. Bimtek seperti ini sangat kami butuhkan, karena tenaga hisab rukyat, khususnya di Morowali masih sangat sedikit,” kata Ahmad. 

Ahmad berharap, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik agar ilmu yang didapatkan berguna bagi masyarakat Morowali. 

“Mudah-mudahan dari kegiatan ini ada keterwakilan tenaga hisab rukyat dari masing-masing kecamatan, agar kedepannya layanan pengukuran arah kiblat tidak perlu lagi menunggu dari kabupaten,” tambah Ahmad. 

Baca Juga :   19 Ranmor di Palu Diamankan di Malam Ramadan

Dalam kegiatan itu diikuti 25 peserta berasal dari perwakilan kantor urusan agama (KUA), lembaga/lajnah falakiyah, ormas Islam, pondok pesantren dan pegawai Kemenag Morowali. 

Turut hadir pada pembukaan, Kasi Urais dan Bimbingan Syariah Kanwil Kemenag Sulteng, Taufik Abdul Azis, Kasi Bimas Islam Kemenag Morowali, Muhtadi dan Ketua MUI Kabupaten Morowali, Mauluddin.HGA

Komentar

News Feed