oleh

F-Demokrat DPRD Sulteng Desak Pemprov Tutup PETI di Parmout

SULTENG RAYA – Tragedi tewasnya enam penambang di Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Rabu (24/2/2021) menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Fraksi Demokrat DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulteng, H Moh. Nur Dg Rahmatu, SE meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan aparat terkait untuk segera menutup seluruh PETI di wilayah Kabupaten Parmout. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa menimbulkan jatuhnya korban dari rakyat.

“Fraksi Demokrat DPRD Sulteng mengecam keras kegiatan penambangan emas ilegal  di Kabupaten Parigi Moutong yang menimbulkan korban rakyat. Kami meminta Pemda Sulteng  dan aparat terkait untuk menutup semua tambang ilegal serta menindak tegas jika ada aparat terkait yang melindungi kegiatan tersebut,”ujar Nur Rahmatu melalui ponsel, Jumat (26/2/2021) kemarin.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Anggota DPRD Sulteng asal dapil Parmout ini juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parmout agar menggunakan kewenangannya mengawasi daerahnya kegiatan-kegiatan ilegal di wilayahnya.

“Kami juga meminta Pemda Parigi Moutong agar jangan tinggal diam. Gunakan kewenangannya mengawasi daerahnya dari kegiatan ilegal serta menindak tegas aparat pemerintahnya yang telah memberikan rekomendasi beroperasinya kegiatan tambang tersebut,”tegas salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Parmout ini.

Selain itu Nur Rahmatu juga meminta pihak kepolisian Polda Sulteng dan Polres Parmout untuk menyita seluruh alat berat yang digunakan di lokasi tambang tersebut. Dia menduga alat berat yang digunakan di lokasi tambang itu tidak memiliki surat-surat perizinan sesuai peruntukkannya serta memeriksa oknum pengusaha yang menjadi pemodal bila terlibat.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Sebelumnya Wabup Parmout, Badrun Nggai kepada wartawan mengatakan, akan menutup sementara PETI di Desa Buranga tersebut. Hal itu berdasarkan kesepakatan rapat Forkopimda bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan tokoh masyarakat di kantor Camat Ampibabo, Kamis (25/2/2021). Badrun menambahkan, keputusan rapat itu akan dibahas kembali pada rapat Forkopimda pada Senin mendatang dan hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur Sulteng.

Seperti diberitakan, enam penambang tewas di lubang PETI Desa Buranga, Rabu malam (24/2/2021) akibat tertimbun lumpur yang longsor. Selain itu satu penambang masih dalam pencarian dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. AJI

Komentar

News Feed