oleh

Longsor Peti Buranga, BPBD: Kemungkinan Akibat Curah Hujan Tinggi

SULTENG RAYA – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Datu Pamusu Tombolotutu, mengatakan, kemungkinan penyebab terjadinya longsor di kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong diakibatkan cuaca ekstrim yakni curah hujan tinggi.

“Kemungkinan penyebabnya itu curah hujan tinggi. Karena beberapa hari ini Sulteng hujan terus dan baru dua hari ini tidak hujan. Jadi, kemungkinan itu yang menyebabkan terjadinya longsor disana,” ujar Datu Pamusu Tombolotutu kepada Sulteng Raya, Kamis (25/2/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan 15 personel ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen kondisi di lapangan serta evakuasi terhadap para korban longsor.

Baca Juga :   Gubernur Sulteng: Mari Cintai Zakat

Data sementara, kata dia, jumlah korban terdampak sebanyak 23 orang terdiri dari 15 orang selamat, 3 orang meninggal dan 5 orang masih dalam pencarian.

“Tim sudah berangkat dari tadi malam (Rabu malam) sekitar pukul 23.00 Wita. Sementara untuk data, itu info yang kami dapat sampai pukul 03.30 Wita. Dikarenakan susahnya mendapat akses jaringan disana sehingga update data korban lambat masuk,” jelasnya.

Saat ini, tim evakuasi masih terus melakukan pencarian terhadap para korban. Nantinya setelah ditemukan,  korban akan dikembalikan ke pihak keluarga. NDY

Komentar

News Feed