oleh

Pembangunan GOR di Parigi Bakal Dilanjutkan

SULTENG RAYA – Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Parigi yang mangkrak bakal dilanjutkan kembali.

Sebelumnya, proyek pembangunan GOR itu telah dimulai sejak tahun 2019 lalu oleh dua perusahaan pemenang tender yang berbeda. Namun, anehnya kedua perusahaan itu tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya sehingga diputus kontrak (black list).

Mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Parigi Moutong (Parmout), Zulfinachri mengatakan, lelang proyek lanjutan pembangunan GOR akan dilaksanakan bulan Maret 2021 mendatang dengan anggaran Rp3,051 miliar.

Anggaran itu katanya, bersumber dari sisa anggaran pemutusan kontrak perusahaan pemenang tender yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya.  

“Rencananya Maret lelang lagi dengan sisa anggaran yang ada Rp3,051 M dari sisa anggaran black list,” ujar Zulfinachri kepada Sulteng Raya melalui WhatsApp, Rabu (24/2/2021) kemarin.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Ditanya apakah anggaran tersebut cukup untuk menyelesaikan pembangunan GOR tersebut?  Zulfinachri menyatakan, semestinya anggaran itu masih kurang seiring dengan terjadinya perbedaan harga dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal dengan kondisi harga saat ini.

“Tetapi, secara keseluruhan, GOR akan selesai,” ucap Zulfinachri optimis.

Lanjut Zulfinachri, untuk menutupi kekurangan anggaran tersebut pihak Disporapar meminta tambahan dana kepada Pemda Parmout sebesar Rp500 juta.

“Kami meminta tambahan Rp500 juta saja. Dana yang dimintakan itu adalah denda-denda yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya sehingga selisih harga bisa ditutupi. Tetapi, walaupun dana tersebut tidak terakomodir, bangunan tersebut tetap akan selesai,” jelasnya.

Permintaan tambahan dana itu lanjut Zulfinachri, hanya antisipasi jika perbedaan harga akan sangat jauh. Namun, jika selisih tidak berbeda melebihi kemampuan anggaran yang tersisa, maka tambahan dana tidak dibutuhkan.

“Insya Allah. Selesai tidaknya, semuanya tergantung pada pemenang tender nantinya,” jelasnya.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Disinggung soal adanya tudingan beberapa kalangan bahwa pekerjaan proyek GOR itu dikerjakan sendiri oleh Disporapar dengan meminjam perusahaan pemenang tender, Zufinachri membantahnya. Dia menyatakan tudingan itu hanyalah opini dari kalangan yang menudingnya.

“Itu hanya opini mereka. Kalau memang si oknum tersebut bisa tunjukan bukti konkrit, maka dia berada pada posisi orang yang benar. Namun, jika tidak bisa dibuktikan, silahkan nilai sendiri. Yang jelas, pekerjaan tersebut diawasi oleh Kejaksaan Negeri, Tipikor Polres, APIP dan konsultan pengawas. Hebat betul dinas bisa tutupi kebohongan dan kecurangan itu dihadapan empat institusi pengawas,” tegasnya.

“Tolong minta saja sama sekelompok itu, dinas yang dimaksud itu sebagai institusi atau perorangan? Kalo perorangan, minta dia tunjuk dan sebutkan saja siapa orangnya. Tidak perlu inisial ataupun anonim. Kan suka mereka mengopini di FB toh?,” tambahnya.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Diberitakan sebelumnya, pembangunan GOR yang terletak di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat mangkrak. Pembangunan GOR dengan anggaran belasan miliar rupiah terlihat seperti bangunan tua yang tidak terurus.

Ironisnya, dua perusahaan berbeda yang mengerjakan pembangunan GOR tersebut selama dua tahun telah diputus kontrak (black list).

Pembangunan GOR itu dimulai pada tahun 2019 oleh perusahaan pemenang tender PT Dita Putri yang beralamat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan anggaran sekitar Rp11 miliar. Namun, perusahaan ini tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga diputus kontrak.

Selanjutnya, pembangunan GOR itu dilanjutkan kembali pada tahun 2020 oleh perusahaan pemenang tender PT Nur Ihsan Minasamulia yang beralamat di Tanggerang dengan anggaran sekitar Rp3,7 miliar. Namun, lagi-lagi perusahaan ini juga tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga juga diputus kontrak. AJI

Komentar

News Feed