oleh

PMA Palu Sambut Baik PPnBM 0 Persen

SULTENG RAYA  – Pemerintah telah meresmikan kebijakan mendukung industri otomotif tertuang dalam relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Distributor resmi kendaraan Suzuki, PT Patraco Motor Indonesia (PMA) Cabang Palu mengapresiasi kebijakan yang dinilai bakal menggeleiatkan transaksi pembelian mobil.

Sales Manager Suzuki PT Patraco Motor Abadi Palu, Muhammad Wahyudianto, mengatakan, program tersebut dinilai sangat membantu 75 persen  produk rakitan dalam negeri, sehingga dealer-dealer perlu menyesuaikan kembali harga untuk diturunkan sesuai dengan subsidi diberikan Pemerintah tersebut.

“Inikan hanya berlaku untuk kendaraan yang bukan impor, kalau di kami sendiri itu ada tipe Suzuki Ertiga dan XL7. Tentunya, harapan dari Pemerintah seperti itu menggeliatkan pasar otomotif dengan pemberian salah satunya adalah potongan pajak,” jelas Muhammad Wahyudianto kepada Sulteng Raya, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga :   Telkomsel Janjikan Beragam Promo Ramadan

“Efeknya positif ke bisnis penjualan otomotif cukup panjang dan bisa saja pengaruh baik ke downpayment (DP), diskon hingga brand. Kalau hitungan presentasi kami belum dapat pastikan berapa jumlahnya karena ini program kebijakan yang baru dari pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah akan menggratiskan PPnBM untuk kendaraan bermotor per Maret 2021. Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri otomotif yang telah terdampak pandemi Covid-19 paling besar.  

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, insentif tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan yang berlangsung dalam tiga tahap dan tiap tahap berlaku 3 bulan. Pembebasan PPnBM  akan diberikan pada tahap pertama. Kemudian, tahap kedua diskon insentif PPnBM diberikan sebesar 50 persen. Lalu, insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.  

Baca Juga :   Pedagang Busana Muslim Kembali Meramaikan Kawasan Wisata Religi

“Besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan.  Instrumen kebijakan akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (11/2/2021).

Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Estimasi penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1,62 triliun,” kata Airlangga.  

Selain itu, pemberian insentif penurunan PPnBM juga didukung dengan revisi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) 0 persen dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor, yang akan mengikuti pemberlakuan insentif penurunan PPnBM ini.

Baca Juga :   Penerbitan PP Holding Ultra Mikro Perlu Dipercepat

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif diyakini akan membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Airlangga menambahkan, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai memiliki keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung), di mana industri bahan baku berkontribusi sekitar 59 persen dalam industri otomotif.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp 700 triliun,” ujar Airlangga. RHT/KONTAN

Komentar

News Feed