oleh

BPSPL Makassar Klaim Biota Laut di Sulteng Aman

SULTENG RAYA – Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar mengklaim, sepanjang tahun 2020 biota laut di Sulawesi Tengah (Sulteng) aman atau tidak ada gangguan.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Wilayah Kerja Palu BPSPL Makassar, Andi Syahrudin kepada Sulteng Raya, Senin (22/2/2021).

“Sepanjang 2020, hanya ada dua kejadian berarti biota laut itu tidak mengalami gangguan,” kata Aso sapaan akrabnya.

Aso menyebutkan, dua kasus penemuan biota laut yakni mamalia laut jenis Dugong yang dilindungi itu ditemukan terdampar mati di Kabupaten Tolitoli dan Buol.

“Kita dapat laporan dari masyarakat terkait penemuan mamalia laut jenis Dugong yang terdampar mati. Untuk penanganannya, kita arahkan masyarakat bersama pemerintah kabupaten bersama pemerintah desa untuk melakukan penanganan. Jadi Dugong terdampar mati itu, kita minta bantuan untuk diidentifikasi dan didokumentasikan serta diambil sampelnya untuk diteliti,” jelasnya.

Baca Juga :   Penangkapan Sabu 250 Gram, Polda Sulteng Sita Aset Tersangka Rp10 Miliar

Untuk di laut Sulteng kata Aso, persoalan yang ditemui yaitu ketika didapat mamalia laut terdampar baik dalam kondisi hidup ataupun mati, masih terkendala dengan belum adanya jaringan untuk nekropsi (tindakan investigasi medis).

“Nekropsi itu ketika mamalia laut terdampar itu bisa dibedah tubuhnya untuk mengetahui faktor penyebab mamalia tersebut terdampar ataupun mati,” ucapnya.

Sebelumnya kata Aso, di tahun 2018 sebelum bencana Tsunami di Palu, pihaknya menemukan mola-mola terdampar mati di dekat Masjid Terapung, kota Palu. “Pada saat itu bulan puasa, kami kekurangan orang untuk menarik karena tubuhnya yang besar beratnya juga sekitar 500 kg. Jadi kita tidak bisa menariknya ke pinggir laut dalam keadaan utuh untuk kita lakukan penanganan penguburan, sehingga ikan mola-mola itu kita bagi menjadi tiga dan dimudahkan untuk dilakukan penguburan, pada saat pembagian tiga itu dipotong badannya kita menemukan sampah plastik di dalam tubuhnya, kemungkinan faktor penyebabnya sampah plastik,” jelasnya.

Baca Juga :   Kepsek Sebut Telah Menjadi Penggerak di Sekolah

Sehingga, dirinya mengimbau kepada warga pesisir laut ataupun nelayan untuk selalu menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah di laut. Karena, hal itu dapat membahayakan biota laut dan tentunya pencemaran lingkungan. YAT    

Komentar

News Feed