oleh

BKKBN Sulteng Edukasi Teknis PK21

SULTENG RAYA – Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Pendataan Keluarga 2021 (PK21) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluargan Berencana (Bangga Kencana) di ruang pola Perwakilan BKKBN Sulteng, Senin (22/2/2021).

Diklat tersebut dikhususkan kepada para Tim Teaching kabupaten dan kota di Sulteng, dengan menggunakan metode hybrid meeting alias kombinasi virtual dan offline alias tatap muka.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), Laode Dia, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari serangkaian persialan PK21.

“Sejatinya, Pendataan Keluarga dilaksanakan pada tahun 2020 bersamaan dengan sensus penduduk, namun tertunda karena adanya Pandemi Covid-19,” kata Laode Dia.

Baca Juga :   IZI Target Salurkan 100 Peket Ramadan Bantu Mustahik

Olehnya itu, ia berpesan agar semua yang terlibat dalam PK21, selain melakukan pendataan, juga melakukan penyuluhan program Bangga Kencana kepada masyarakat.

“Selain melakukan pendataan diharapkan kepada semua yang terlibat seperti PKB/PLKB (Penyluh KB/Petugas Lapangan KB), kader dan fasilitator lainnya, juga menerapkan komunikasi, informasi dan edukasi serta penyuluhan program bangga kencana di lingkungan masing-masing atau kepada keluarga yang didata,” katanya.

Ia menerangkan, terdapat tiga subtansi menjadi indikator digunakan dalam PK21.Pertama, memperoleh data kependudukan tentang jenis kelamin. Kemudian, mendapatkan data jumlah pasangan usia subur, baik yang tidak ber-KB, termasuk alasan tidak menggunakan KB. Terakhir, data tentang keluarga.

“Pendataan ini sangat penting, karena pendataan ini memberikan indikasi pemahaman mengenai gambaran tentang kualitas keluarga yang disebut dengan Indeks Pembangunan Keluarga atau iBangga,” jelasnya.

Baca Juga :   Tiga Gedung Serbaguna di Ibu Kota Sulteng Resmi Digunakan

Tidak lupa, ia berpesan agar para peserta mengikuti Diklat Teknis dengan seksama, mematuhi tata tertib telah ditentukan panitia penyelenggara dan selalu mengedepankan protokol kesehatan.

“Jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjagar jarang, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas,” tuturnya/

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari itu, yakni 22 hingga 25 Februari 2021, diikuti peserta dari Perwakilan tiap organisasi pernagkat daerah (OPD) KB kabupaten dan kota, Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh KB (DPC IpeKB) dan PKB/PLKB kabupaten dan kota, sebagai Tim Teaching kabupaten dan kota, terdiri dari 39 peserta offline dan 39 peserta mengikuti secara virtual meeting di kabupaten dan kota masing-masing.HGA

Baca Juga :   Galungan, Umat Hindu di Palu Sembahyang Terapkan Prokes

Komentar

News Feed