oleh

Produsen Telur di Palu Keluhkan Harga Pakan Tinggi

SULTENG RAYA – Ketua Kelompok dan Koperasi Saudara Unggas Mandiri, Rustam menyadari betul tantangan kini mereka hadapi dua bulan terakhir.

Produsen telur di Jalan Montara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu ini, mengeluhkan harga pakan melonjak tinggi tanpa diiringi kenaikan harga telur. Bahkan, saking kurangnya permintaan, stok telur yang diproduksi di lokasi itu harus menumpuk hingga sepekan.

“Saat ini berdampak sekali karena turun sekali permintaan, itu berdampak kepada harga yang anjlok. Karena khawatir telurnya menumpuk, dan tidak ada dana untuk beli pakan, akhirnya dikasih turun harga yang penting bisa laku, walaupun disisi lain sebenarnya untuk biaya produksi dan produksi tidak seimbang, harga pakan sekarang naik sampai Rp1.000 per kilo, jadi per sak pakan naik sampai Rp50.000 artinya sejarah untuk peternakan tahun ini, naiknya tinggi,” ujar Rustam kepada Sulteng Raya di kandang ayam miliknya di Jalan Montara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga :   Telkomsel Janjikan Beragam Promo Ramadan

Menurutnya, alasan produsen pakan menaikkan harga akibat bahan baku kini serba impor, susah dicari, hingga kemahalan. Ada juga soal alasan transportasi, menjadi sekelumit permasalahan dihadapi sekitar 80 pemilik kandang mempekerjakan 250 karyawan.

Ia mengatakan, hasil produksi mereka hasilkan 4.000 sampai 4.500 rak per hari dengan mengharapkan pembeli datang langsung ke kandang dan sebagian kecil dijual di kios-kios.

“Normalnya itu, telur tidak akan bermalam di kandang, kalau sekarang sampai menumpuk seminggu, jadi dijual murah. Ini juga kita para pedagang bersaing kaya tidak sehat sudah untuk penjualan, karena kalau tetangga jual Rp40 per rak, kita harus kasih turun dibawahnya lagi supaya kita laku, akhirnya baku bentur sendiri harga,” tuturnya.

Baca Juga :   Pedagang Busana Muslim Kembali Meramaikan Kawasan Wisata Religi

Saat ini, kata dia, harga telur Rp38.000 per rak. Padahal, kata dia, kalau normalnya ada pada kisaran Rp42.000 per rak.”Ini sudah berlangsung selama dua bulan,” tuturnya.

Ia mengatakan, kebutuhan pakan per kandang yakni 120 kilogram per dua hari pakan. Jadi, total dalam sebulan menghabiskan sekitar 1,8 ton pakan per kandang, belum lagi kandang yang ada di lokasi mereka sangat banyak dan salah satu produsen terbesar di Kota Palu.

“Kami memenuhi permintaan dari Toli-toli, Kotaraya, Gorontalo, Manado, Poso, Parigi pokoknya banyak,. Kami disini sistemnya harga umum, tidak perduli ukuran telurnya, nanti pedagang saja yang memiliah untuk penjualan, besar, kecil, dan sedang,” tuturnya.

Baca Juga :   AHM Beri Tips Kelola Emosi Berkendara Saat Berpuasa

Untuk itu, lanjutnya, dirinya mewakili anggotanya, meminta pemerinta saat ini turut memperhatikan para produsen telur, mencarikan pasar hingga mengambil kebijakan strategis untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

“Kan kita juga agen untuk memenuhi stok, sebenarnya harus diperhatikan juga. Jangan hanya di masyarakat saja kalau telur sedang mahal. Mereka (pemerintah) pernah sesekali datang, tapi tujuannya memastikan stok kalau sedang mahal dan stok kurang, sementara kalau seperti saat ini mereka tidak datang,” katanya. RHT

Komentar

News Feed