oleh

Tujuh Balon Rektor Unismuh Palu, Telah Dipanggil ke PW Muhammadiyah

SULTENG RAYA- Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tengah, telah memanggil tujuh nama bakal calon rektor yang sebelumnya telah dikirim oleh Senat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu untuk meminta pertimbangan pemahaman Al-Islam Kemuhammadiyaan (AIK) para bakal calon.

Ketujuh nama itu, masing-masing Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Palu, Dr. Farid, SE., MM,  Dekan Fakultas Hukum Unismuh Palu, Dr. Osgar S Matompo S.H.,M.H.CLA,  Dekan Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Dr. Taufan Samudin. Petahan Rektor Unismuh Palu Dr. Rajindra, SE., MM, Wakil Rektor II Unismuh Palu. Dr. Ali Supriadi, SE., MM., Ketua Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Unismuh Palu. Dr. Mustamin Idris, dan  Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) Unismuh Palu. Dr. Sri Jumiati.

Kata Sekretaris PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Muh Amin Parakkasi, setelah PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah menerima nama-nama bakal calon itu tanggal 4 Februari, langsung direspon dengan cara memanggil para bakal calon itu.

Baca Juga :   Dapat 90 Persen Persetujuan Orangtua, SDN Palupi Siap Buka Sekolah

Enam orang dipanggil dan diwawancara secara langsung (ofline) dan satu orang diwawancara secara online, karena berada di luar Kota Palu.“Sudah dipanggil ketujuh nama yang dikirim itu,”kata Muh Amin Parakkasi. Ahad (14/2/2021).

Namun kata Amin, saat ini hasil wawancara itu belum dikirim ke senat, karena masih dalam penggodokan Pimpinan Wilayah. “Kita kan diberi waktu 14 hari sejak dikirim, masih ada waktu,”ujarnya.

Gambaran secara umum katanya, pemahaman semua bakal calon bagus, karena kebetulan para bakal calon adalah doktor, sehingga tidak sulit jika hanya persoalan pemahaman, terlebih mereka ini adalah kader-kader terbaik yang sudah cukup lama mengabdi di kampus biru Unismuh Palu.

Hanya saja, yang membedakan satu sama lain adalah implementasi dari pemahaman itu, baik implementasi di dalam organisasi maupun di dalam kampus. “Selain pemahaman, tentu yang tidak kalah penting adalah implementasinya,”ujar Amin.

Baca Juga :   Selama Bulan Puasa, Aktifitas Kampus Tetap Berjalan

Perlu dipahami kata Amin, PW Muhammadiyah bukan penentu menjadikan seorang sebagai rektor atau bukan, namun hanyalah memberikan pertimbangan sebagaimana kewenangan yang dimiliki dalam pedoman pimpinan pusat tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Pimpinan wilayah hanyalah perpanjangan tangan dari pimpinan pusat, hanya memberikan pertimbangan terhadap para bakal calon, apakah dapat diajukan sebagai calon rektor atau tidak dapat diajukan sebagai calon rektor. “Hanya perpanjangan tangan, memberikan pertimbangan, karena pimpinan pusat tidak melihat sehari-harinya di sini. Namun semuanya itu yang menentukan adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah,”jelasnya lagi.

Ia berharap, agar ketujuh orang itu nantinya bisa menerima keputusan Pimpinan Pusat sebagai hasil pemilihan rektor, karena dari tujuh nama orang itu hanya satu diantaranya yang dilantik sebagai rektor. “Diharapkan mereka ini sebagai kader-kader terbaik di kampus, bisa menerima kebijakan pimpinan. Tentu harus memberikan kepercayaan jika pimpinan akan memberikan yang terbaik untuk kita semua,”pesan Amin.

Baca Juga :   Kemendikbud Luncurkan Program Pemajuan Kebudayaan Desa

Sekadar diketahui, nantinya hasil pertimbangan PW Muhammadiyah Sulteng itu dikirim kembali ke senat, selanjutnya hasil pertimbangan itu akan menjadi bahan pertimbangan senat untuk menetapkan bakal calon rektor menjadi calon rektor untuk dipilih tiga nama peraih suara terbanyak, lalu diajukan ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat akan memilih satu dari tiga nama itu untuk dilantik di bulan April 2021 nanti.

Tiga nama itu dikirim Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanpa mencantumkan perolehan suara senat, melainkan hanya berdasarkan urutan abjad nama, dan melampirkan surat pertimbangan PW Muhammadiyah. ENG

Komentar

News Feed