oleh

BKKBN Gandeng Mitra Sukseskan Program Bangga Kencana dan PK21

SULTENG RAYA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun Anggaran 2021.

Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka untuk memperkuat langkah-langkah percepatan penyelenggaraan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) harus segera dimulai sejak dini.

Terutama, kata dia, untuk tindaklanjut berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Isu yang berkembang saat ini di masyarakat, dengan kondisi pandemi Covid-19, justru meningkatkan angka kehamilan di kalangan pasangan usia subur.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergitas, integrasi dan akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja dalam peningkatan penggerakan Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan wilayah,” kata dr Hasto Wardoyo.

Dalam mencapai tujuan dimaksud, kata dia, BKKBN memerlukan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan/stakeholder dan mitra kerja  lainnya. Adapun peserta Rakornis terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pusat maupun provinsi serta ASN BKKBN Pusat dan Provinsi, TNI, IBI Pusat dan Provinsi, TP PKK Pusat dan Provinsi.

Baca Juga :   Makna Penjor Saat Perayaan Galungan

Collaboration and partnership alias kerjasama dan kemitraan, menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan, termasuk program Bangga Kencana. Karena, pada hakekatnya proses pembangunan untuk mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera, merupakan tanggung jawab bersama Pemerintah dan Non Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang ada,” ucapnya.

Oleh karena itu, sejak dirintisnya BKKBN pada 1957 silam, telah terjalin kerjasama dan kemitraan kuat dan intens dengan mitra kerja dalam pelaksanaan pengaturan kehamilan atau menjarangkan kehamilan serta memberi nasihat perkawinan bermuara pada pengendalian penduduk di Indonesia.

“BKKBN sangat berterima kasih pada bapak ibu dari TNI, PKK serta IBI atas dukungan, komitmen serta kerjasama yang kuat dalam memberikan pengetahuan, kesadaran dan aksesibilitas pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, dr Hasto juga meminta dukungan dari semua pihak dalam rangka menyukseskan pendataan keluarga 2021 (PK21) yang dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia secara serentak pada April 2021 mendatang.

Baca Juga :   15 KK di Birsel Terima Dana Stimulan Tahap II Lanjutan

“BKKBN akan melaksanakan hajatan besar yakni Pendataan Keluarga. Pelaksanaan PK ini merupakan upaya mendapatkan data dan informasi tentang keluarga Indonesia, baik dari segi kuantitas keluarga maupun kualitas kehidupan keluarga Indonesia. Pendataan Keluarga ini akan melibatkan banyak kader dilapangan, dan tentunya sekali lagi bapak ibu yang telah hadir dalam pertemuan Rakornis ini merupakan garda terdepan dari mitra kerja BKKBN,” jelasnya.

Ia menjelaskan, PK21 merupakan hal yang berbeda dari Sensus Penduduk (SP) baru saja dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Data dan informasi dikumpulkan dalam Pendataan Keluarga akan menghasilkan data dan informasi tentang keluarga Indonesia serta menjadi dasar terwujudnya ‘one and single data’ keluarga Indonesia.

Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai perencanaan kinerja, referensi untuk strategi kegiatan akan dilaksanakan, serta evaluasi kinerja dalam upaya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga serta untuk program-program kerja terkait lainnya.

Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, kata dia, BKKBN telah menjalin kemitraan berkualitas, kondusif dan berkesinambungan dengan mitra-mitra kerja TNI, IBI, PKK

Baca Juga :   Tolitoli di Plot Jadi Sentra Ekspor Sektor Perikanan

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas semua dukungannya,” kata Dokter Hasto.

Berdasarkan data hasil SP 2020, jumlah penduduk Indonesia hingga 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa. Hal tersebut menjelaskan, total penduduk Indonesia telah bertambah sebanyak 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil SP 2010, dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dalam dekade terakhir sebesar 1,25 persen.

Hal itu mengindikasikan, melalui program Bangga Kencana, LPP telah berhasil diperlambat bila dibandingkan dengan periode 2000-2010 yang mencapai 1,49 persen per tahun.

“Melalui kerjasama ini segala tantangan yang dihadapi BKKBN diantaranya, terjadinya peningkatan putus pakai penggunaan kontrasepsi bagi PUS, meningkatnya angka Unmet-Need di masa Pandemi Covid-19. Kemudian, terhentinya sebagian besar kegiatan pengasuhan orang tua di kelompok kegiatan, serta tidak maksimalnya pemberian pelayanan terpadu program Bangga Kencana dengan sector pembangunan lainnya, dapat di tekan menjadi seminimal mungkin, bahkan kalau memungkinkan tidak terjadi lagi,” tuturnya.*/HGA

Komentar

News Feed