oleh

Pekerjaan Sarpras RSS Puskud Capai 80 Persen

SULTENG RAYA – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda membahas pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) rumah sederhana sehat (RSS) di BTN Puskud, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga di ruang sidang utama DPRD Kota Palu, Jumat (29/1/2021).

Dalam RDP tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Palu, Zulkifli, mengungkapkan, pekerjaan sapras RSS di BTN Puskud Kelurahan Palupi mencapai 80 persen.

“Pekerjaan itu sampai saat ini masih dalam proses, kurang lebih mencapai 80 persen yang dikerjakan oleh PT Ifos Satria Mahkota,” ujar Kepala DPKP Kota Palu, Zulkifli.

Ia mengatakan, 20 persen pekerjaan belum selesai tinggal pemasangan pelat pelintas, beberapa box cover serta sedikit perbaikan, terutama jalan masuk dari Puskud, karena terdapat sedikit kesalahan pemasangan tidak sesuai dari segi estetika dan sampai saat ini belum terpasang.

Baca Juga :   Polsek Palu Timur Bagi-Bagi Takjil ke Pengendara

Senada, Kepala Bidang Perumahan DPKP Kota Palu, Delvi Dian Susanti, mengatakan, pekerjaan sarpras RSS di BTN Puskud Kelurahan Palupi mencapai 80 persen.

“Untuk progres pekerjaan, sampai dengan Kamis (28/1/2021) kurang lebih 80 persen. Pekerjaan yang tersisa yakni pelat pelintas yang belum semuanya terpasang di lokasi. Kemudian ada beberapa ruas box cover dengan untuk ruas u-ditch sekitar dua ruas lagi,” ujar Dian.

Selain itu, ia mengungkapkan, seharusnya kontrak pekerjaan tersebut sudah berakhir pada 16 Desember 2020 lalu. Namun, lantaran pekerjaan belum selesai dan atas permintaan dari penyedia untuk diberikan kesempatan, maka DPKP Kota Palu memperpanjang masa kontrak dengan pemberian denda.

“Alasan pemberian kesempatan yakni pertama, dampak sosial yang ada di masyarakat karena ada banyak galian sudah dilakukan, namun u-ditch belum terpasang, sehingga mengganggu lalu lintas. Kemudian pelat pelintas yang belum terpasang dan berdampak pada akses warga ke rumah mereka. Lalu air bersih, pipa air terkena alat berat, sehingga atas pertimbangan semua itu, kami menyetujui untuk dilakukan pemberian kesempatan dengan denda selama 50 hari berlaku dari 17 Desember 2020 sampai 4 Februari 2021,” jelas Dian.

Baca Juga :   Penerima BPUM Harap Hindari Kerumunan

Dengan sisa waktu yang ada, yakni kurang lebih tinggal sepekan, DPKP Kota Palu optimis dapat merampungkan pekerjaan sarpras 100 persen. NDY

Komentar

News Feed