oleh

BKKBN Raih Anugerah Meritokrasi Terbaik Kedua Nasional

SULTENG RAYA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meraih penghargaan Anugerah Meritokrasi atas keberhasilan menerapkan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan predikat sangat baik.

BKKBN meraih poin 364,5 peringkat pertama untuk kategori kementerian lembaga (KL)/non KL dan peringkat kedua nasional di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami bersyukur dan terimakasih karena terkait sistem merit ini BKKBN dalam waktu singkat beberapa bulan dan tahun terakhir ini seluruh jajaran BKKBN khususnya Biro SDM, telah bekerja keras dan terus berbenah, sehingga bisa menerapkan sistem merit ini dengan sangat baik, menempatkan right man on the right place, kemudian transformasi jabatan struktural ke fungsional juga telah dilakukan,” kata Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo saat Konferensi Pers Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan Program Bangga Kencana tahun 2021, di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Jumat, (29/01/2021).

Ia berharap, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BKKBN untuk meningkatkan kinerja, khususnya pelayanan kepada masyarakat. 

“Alhamdulillah kalau di tingkat Kementerian dan Lembaga BKKBN meraih peringkat pertama, kalau secara nasional atau seluruh Indonesia kita peringkat kedua dibawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Semoga dapat menjadi semangat bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya,” katanya.

Penyerahan Anugerah Meritokrasi dibuka secara resmi Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin secara virtual di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021). Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto, mewakili Kepala BKKBN menerima secara langsung penghargaan diserahkan Menteri PAN RB, H Tjahjo Kumolo dan Ketua KASN Prof Agus Pramusinto.

“Keberhasilan instansi Pemerintah dalam mencapai penerapan sistem merit kategori baik dan sangat baik, merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran di instansi Pemerintah yang sudah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam  manajemen ASN-nya. Keberhasilan tersebut juga merupakan hasil dari komitmen instansi pemerintah untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi melakukan pembinaan dengan KASN dalam menerapkan sistem merit,” kata Ketua KASN, Prof Agus Pramusinto.

Sistem Merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi. Penilaian Anugerah Meritokrasi,  mempertimbangkan delapan aspek manajemen ASN, yakni perencanaan  kebutuhan, pengadaan, pengembangan karier, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan  pelayanan, serta sistem informasi.

“Anugerah Meritokrasi diberikan kepada lembaga yang patuh pada pelaksanaan Undang-undang ASN, yang spirit didalamnya adalah bahwa rekrutmen, penempatan, pengembangan rotasi sampai dengan pensiun sudah diatur siklusnya. Dalam sistem merit ini dikenal ada istilah nine box untuk posisi ASN dari level manajemen atas sampai bawah ada di posisi apa. Cara memetakannya dengan cara melihat potensi dan kinerja dari penilaian dan assessment center sehingga diperoleh nilainya. Nilai ini akan menjadi dasar misalnya promosi,” kata Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto.

“Tugas berat BKKBN sekarang adalah karena jumlah ASN kita sangat banyak secara bertahap seluruh ASN harus sudah assessment untuk melengkapi nine box yang sudah ada. Sehingga nanti untuk pengisian jabatan tidak lagi melalui proses bidding, namun tentunya masih dalam pengawasan KASN. Jangan sampai subjektifitas atau intervensi politik mewarnai penataan ASN,” pungkas Tavip.*/HGA

Komentar

News Feed