oleh

Bantuan MKGR Sulteng di Sulbar Sasar Daerah Terisolir

SULTENG RAYA – Organisasi Kemasyarakatan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sulawesi Tengah, telah mendistribusikan bantuan secara langsung kepada korban gempa bumi 6,2 SR di Kota Mamuju, Sulawesi Barat.

Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, dari Walikota Palu, Hidayat, M.Si beserta bantuan OPD dan Ormas lainnya yang ada di Kota Palu, Kamis (21/1/2021) pagi.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Palu, OPD, Ormas MKGR dan ormas lainnya yang telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana Gempa Bumi di Sulbar.

“Bantuan ini akan secepatnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kami juga sudah menyalurkan berbagai bantuan untuk mereka, namun dengan adanya tambahan ini diharapkan bisa lebih meringankan beban mereka selama di tenda pengungsian,” katanya.

Baca Juga :   Besok, Pelayanan Penerbitan SIM Diliburkan

Sementara itu, Ketua DPD MKGR Sulteng, Ansyar Sutiadi, mengucapkan bela sungkawa dan prihatin atas musibah yang menimba masyarakat Sulawesi Barat.

Mengingat kata Ansyar, masyarakat Sulawesi Tengah juga pernah mengalami musibah besar berupa gema bumi 7,4 SR disusul Tsunami dan Likuefaksi yang mengakibatkan kerugian materi bahkan jiwa yang cukup besar.

Sebagai penyintas kata Ansyar, masyarakat Sulawesi Tengah saat itu sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh masyarakat Sulawesi Barat.

“Saat itu, bantuan masyarakat Sulawesi Barat yang pertama masuk di Kota Palu, tentu itu sangat berarti bagi kami sebagai penyintas, saat ini saudara kami di sini Sulawesi Barat telah dilanda musibah, maka kami merasa turut berkewajiban membantu meringankan bebannya,”sebut Ansyar.

Baca Juga :   Pembebasan Lahan Pembangunan Jembatan IV Butuh Rp27,5 Miliar

Lebih lanjut kata Ansyar, bantuan MKGR ini akan didistribusikan secara langsung dan menyasar kepada para korban di sejumlah daerah pelosok Sulawesi Barat, yang hingga kini masih menggunakan tenda-tenda pengungsian dan terbilang sangat minim tersentuh bentuan.

“Kami menyasar yang masih kurang menerima bantuan, terutama yang berada di daerah-daerah pelosok,”sebut Ansyar. ENG

Komentar

News Feed