oleh

Lagi, Pemda Parmout Kirim 15 Ton Beras ke Sulbar

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) kembali mendistribusikan bantuan logistik untuk korban gempa di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Iring-iringan kendaraan pengangkut logistik tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati (Wabup) Parmout, H Badrun Nggai, di halaman gedung indoor kantor Bupati Parmout, Kamis (21/1/2021) sore.

Distribusi logistik itu merupakan yang kedua kalinya yang dilakukan oleh Pemda Parmout.

Koordinator Penghimpun Penggalangan dan Penyaluran Bantuan, Ponco Nugroho dalam laporannya mengatakan, logistik yang disalurkan pada tahap kedua tersebut terdiri dari beras 15 ton lebih, pakaian, mie instant, air mineral, minyak goreng, ikan kaleng, ikan teri kering, perlengkapan mandi, pembalut wanita, popok bayi dan orang dewasa, obat-obatan, pakaian, terpal, tikar dan beberapa kebutuhan pokok lainnya serta uang tunai sebesar Rp50 juta.

Baca Juga :   Sembilan Jabatan Eselon II Segera Dilelang

Ponco mengaku, kaget atas besarnya animo masyarakat Parmout untuk membantu saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di Sulbar.

“Antusias dari seluruh pemerintah kecamatan, desa OPD dan masyarakat untuk menyalurkan bantuan di luar ekspektasi kami. Sampai dengan hari ini (kemarin) kurang lebih 15 ton beras dan kebutuhan lainnya serta uang tunai Rp50 juta. Selanjutnya kami mengambil kebijakan uang tunai tersebut kami belanjakan untuk bahan-bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat korban gempa berdasarkan laporan dari tim yang saat ini berada di Sulawesi Barat,” ujar Ponco.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Parmout, Zulfinasran yang baru kembali dari Sulbar mengantar logistik mengatakan, untuk distribusi bantuan logistik tahap II, Pemda Parmout telah memetakan lima desa prioritas untuk penyaluran bantuan sesuai petunjuk dari pemerintah daerah setempat hasil assessment tim Tagana dan BPBD yang sudah berangkat pada pemberangkatan pertama.

Baca Juga :   Pembangunan GOR di Parigi Bakal Dilanjutkan

“Lima desa sasaran penyaluran bantuan tersebut adalah Desa Bambu yang masuk wilayah Kabupaten Mamuju, Desa Tandealo, Panggalo, Ulumanda dan Desa Popenga Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene,” sebutnya.

Kelima desa tersebut kata Zulfinasran, merupakan desa terpencil dan terisolir yang masih minim mendapatkan bantuan. Selain itu lanjut Zulfinasran, ada tiga desa lainnya yang juga menjadi sasaran bantuan yang masih berada di wilayah Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene. Dalam penyaluran bantuan itu, setiap truk pengangkut bantuan sudah diatur sesuai desa sasaran sehingga ketika tiba di Sulbar, bantuan tersebut langsung didistribusikan, tidak lagi ditumpuk di posko penampungan.

Wabup Parmout, Badrun Nggai dalam sambutan pelepasannya mengucapkan, terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan dan teristimewa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Parmout yang begitu antusias mengulurkan tangan untuk membantu saudara-saudaranya yang tertimpa musibah.

Baca Juga :   Sembilan Jabatan Eselon II Segera Dilelang

“Begitulah karakter masyarakat kita yang cepat bergerak menyalurkan bantuan bila ada saudaranya tertimpa musibah. Bantuan beras 15 ton tersebut mungkin jumlahnya masih sedikit karena kita merupakan daerah lumbung beras,” ujar Badrun.

Kepada tim yang berangkat menyalurkan bantuan, Badrun mengingatkan untuk selalu menjaga kekompakan dan berhati-hati selama perjalanan sehingga bantuan tersebut tiba dengan selamat dan terdistribusi sesuai desa sasaran.

Distirbusi bantuan tersebut, mendapat pengawalan dari personel Polres Parmout. AJI 

Komentar

News Feed