oleh

Rektor Untad Bentuk Tim Perencanaan Pengembangan Sapras

SULTENG RAYA-Rektor Universitas Tadulako, membentuk satu unit baru yang diberi nama Tim Perencanaan Pengembangan Sarana dan Prasarana (Sapras) Universitas Tadulako, tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor:32/UN28/KP/2021, tertanggal 4 Januari 2021.

Tim tersebut dinilai sangat penting dan strategis, orang-orang yang tergabung dalam unit ini diharapkan mampu menjadi pemikir dalam perencanaan pengembangan Universitas Tadulako kedepan.

Selama ini kata Rektor Universitas Tadulako, Prof.Dr. Ir. Mahfud, MP, Universitas Tadulako belum memiliki satupun lembaga atau unit yang secara khusus menangani pengembangan Sarana dan Prasarana, yang ada baru pengembangan akademik lengkap dengan perangkat organisasinya.

Sementara Perencanaan Pengembangan Sarana dan Prasarana juga tidak kalah penting dari persoalan akademik.

Baca Juga :   Bimtek Untuk Guru, Tingkatkan Kualitas PJJ

Kemarin, Rabu (13/1/2021) rektor melantik dan mengukuhkan Iwan Septiawan Basri, ST., M.Si sebagai Ketua Tim Perencanaan Pengembangan Sarana dan Prasarana Universitas Tadulako, dan Dr. Eng. Ir. Rifai, ST., M.Si., M.Sc sebagai Sekretaris Tim Perencanaan Pengembangan Sarana dan Prasarana Universitas Tadulako.

Keduanya ditunjuk memimpin unit itu, karena keduanya selain memiliki komitmen untuk melakukan pengembangan Universitas Tadulako, juga diangap yang paling memahami seluk beluk perencanaan yang ada di Universitas Tadulako, dibuktikan setelah berhasil menyusun perencanaan sarana prasarana Universitas Tadulako untuk tahun 2021 sampai dengan 2024 kurun waktu satu minggu. “Keduanya punya komitmen dalam mengembangkan universitas ini,”ungkap rektor.

Rektor mengaku terinspirasi membentuk unit baru itu setelah diminta oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI susunan perencanana sarana prasarana Universitas Tadulako untuk tahun 2021 sampai tahun 2024.

Baca Juga :   Lagi, Unismuh Palu Masuk Daftar Kampus Terbaik

Saat dimintai itu, rektor mengaku pusing dan kelabakan karena belum ada lembaga atau unit yang menangani khusus terkait itu, dan orang-orang yang dapat diharapkan menyusun itupun belum diketahui siapa yang bisa. Sementara batas waktu yang diberikan menyusun sangat terbatas. “Dari situlah saya terinspirasi, memang harus ada yang khusus menangani persoalan ini,”ungkap rektor. ENG

Komentar

News Feed