oleh

Pelaku Pembobolan Website Untad Ditangkap

SULTENG RAYA – Anggota Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng, berhasil meringkus dua pelaku pembobolan website Universitas Tadulako (Untad).

Kedua pelaku masing-masing inisial MYT (26) dan RH (24). Keduanya telah melakukan aksinya sejak tahun 2014 dengan mengaku sebagai Admin Untad melalui pesan WhatsApp untuk menghubungi orang tua calon mahasiswa agar anaknya bisa diloloskan masuk menjadi mahasiswa Untad.

Selain dapat meloloskan calon mahasiswa masuk Untad, kedua pelaku juga ternyata bisa mengubah data (nilai mahasiswa) seolah-olah data tersebut berasal dari pihak universitas.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto menjelaskan, kasus tersebut berawal dari adanya laporan orang tua calon mahasiswa yang melakukan klarifikasi dengan rektor tentang adanya pesan melalui WhatsApp grup dengan akun Admin Untad yang menawarkan jasa pengurusan masuk prodi kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan.

Baca Juga :   Hari Ini, Hadi-Reny Resmi Pimpin Palu Hingga 2024

“Informasi tersebut akhirnya dilaporkan pihak Untad ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng,” kata Kombes Pol. Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng Kombes Pol. Afrizal saat merilis kasus tersebut, Rabu (13/1/2021) pagi di ruang lobi Polda setempat.

“Selain modus tersebut di atas, tersangka MYT sebagai Admin Untad juga membagikan surat edaran palsu dari Untad tentang kebijakan Untad terkait penambahan kuota Fakultas Kedokteran dan Ilmu Pendidikan program studi kedokteran yang terdaftar dalam semester berikut, tahun akademik 2020/2021,” jelas Kabid Humas.

Kabid Humas menyebutkan, tersangka MYT (26) berprofesi sebagai service computer beralamat di Jalan S. Parman Palu, dalam aksinya dibantu RA (24) alamat di Desa Surumana, Kecamatan Benawa Selatan, Kabupaten Donggala, sesuai pengakuannya pada tahun 2014 juga pernah menjebol website milik Untad.

Baca Juga :   Kapolda Sulteng Launching Kampung Tangguh Nusantara di Talise Valangguni

“Atas kepiawaiannya tersebut, tersangka dengan imbalan tertentu dapat membantu merubah nilai semester per SKS, merubah nilai nominal uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP menjadi lebih rendah dari yang sebenarnya serta meloloskan calon mahasiswa yang tidak lolos dalam UMPTN dengan bayaran tertentu,” terangnya.

Sementara, Direktur Ditreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol. Afrizal menambahkan, dari kasus tersebut telah merugikan ratusan korban yang berada di seluruh kabupaten di Sulteng, bahkan juga terdapat korbannya di luar Sulteng seperti di Gorontalo.

“Jadi pelaku mendapat keuntungan dari korbannya perorangnya mencapai Rp6 juta,” sebutnya.

Afrizal menegaskan, kedua tersangka telah ditahan di Rutan Polda Sulteng, sedangkan barang bukti yang disita penyidik diduga hasil kejahatan diduga mencapai Milyaran rupiah yaitu berupa 1 unit mobil Toyota Rush, 1 unit mobil Toyota Calya, 1 unit mobil Suzuki Karimun, 3 lembar sertifikat tanah, 2 buah laptop, 1 lembar kwitansi pembelian rumah di Jalan Merpati senilai Rp 150 juta, uang tunai Rp 240 juta dan lain-lain.

Baca Juga :   Penangkapan Sabu 250 Gram, Polda Sulteng Sita Aset Tersangka Rp10 Miliar

“Terhadap kedua tersangka MYT dan RA penyidik menjerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara,” tegasnya. YAT

Komentar

News Feed