oleh

Pelaku Pencurian Tembaga di PT IMIP Diringkus

-Kab. Morowali-dibaca 531 kali

SULTENG RAYA – Kasus pencurian tembaga batangan di area kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Site Morowali akhirnya terungkap.

Kapolsek Bahodopi, Iptu Zulfan menyebutkan, dua tersangka berhasil diringkus masing-masing RTS (26) dan I (33).

Kapolsek Bahodopi menjelaskan, kronologis bermula pada Sabtu 9 Januari 2021 sekira pukul 01.00 wita dini hari, pada saat petugas Security PT MSS melaksanakan patroli di area kawasan PT IMIP Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, ditemukan lima orang masyarakat (terduga pelaku) sedang mengangkat tembaga batangan ke dalam satu unit mobil Xenia warna silver. 

“Saat itu petugas security berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, namun tiga rekannya berhasil melarikan diri ke dalam hutan di dalam area kawasan Industri PT IMIP. Selanjutnya, petugas security mengamankan dua orang terduga pelaku tersebut ke kantor PT MSS, selanjutnya diserahkan ke Polsek Bahodopi bersama barang bukti guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Ipda Sumarlin, saat menggelar konferensi pers di halaman Polsek Bahodopi, Senin (11/1/2021) siang.

Baca Juga :   82 Orang Tenaga Kerja Lokal Dipulangkan ke GNI dari VDNI Morosi

Dikatakan Zulfan, tembaga batangan tersebut adalah milik PT IMIP yang digunakan untuk Arde di pembangunan PLTU Tahap VI di Desa Labota, area Kawasan Industri PT IMIP Site Morowali Kecamatan Bahodopi.

“Adapun barang bukti yang diamankan, yakni 47 batang tembaga panjang tiga meter dan satu unit mobil Xenia warna silver bernomor polisi DT 1614 GH,” katanya.

Diketahui, untuk harga satu batang tembaga tersebut yakni Rp930.000 dikalikan 47 batang, maka totalnya sebesar Rp43.710.000. Kedua terduga pelaku inisial dilakukan penahanan di ruang tahanan Polsek Bahodopi.

“Atas perbuatannya itu, keduanya bisa dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3e dan ke 4e Subsider pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sementara, untuk motif pencurian dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi karena kedua terduga pelaku saat ini masih menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan tetap, kedua terduga pelaku berasal dari Palopo, suku Toraja dan telah berdomisili di Desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi hampir satu tahun lamanya,” tegas Kapolsek Bahodopi, Iptu Zulfan.

Baca Juga :   82 Orang Tenaga Kerja Lokal Dipulangkan ke GNI dari VDNI Morosi

Sementara, untuk tiga rekan terduga pelaku yang saat itu sempat melarikan diri, sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni berinisial DL, MCL dan ED.

Iptu Zulfan juga mengimbau dan berharap kepada manajemen PT IMIP Site Morowali khususnya para kontraktor yang mengerjakan proyek di dalam area Kawasan Industri PT IMIP, agar memperketat pengawasan serta penyimpanan barang-barang proyek karena sangat rawan untuk dicuri oleh masyarakat luar ataupun karyawan pekerja itu sendiri. BMG

Komentar

News Feed