oleh

Dosen FKM Untad Dinobatkan Sebagai Dosen Terbaik Untad

SULTENG RAYA- Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, (Wadek Biduk)  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad, Dr. Rosmala Nur, S.KM., M.Si., dinobatkan sebagai dosen terbaik di Untad, itu dibuktikan melalui penghargaan yang diterimanya sebagai juara satu predikat dosen berprestasi, dan juara dua predikat dosen peneliti terbaik tingkat Untad di tahun 2020.

“Tahun 2020 adalah tahun yang tidak bisa dilupakan dalam hidup saya. Alhamdulillah, sebuah kesyukuran di tahun 2020 kemarin bisa menerima penghargaan berupa juara 1 sebagai dosen berprestasi serta juara 2 sebagai dosen peneliti terbaik tingkat universitas tadulako. Saya tidak menyangka sih ini bisa terjadi, hehe. Saya sangat bersyukur,” ungkapnya. Jum’at (08/012021).

Prestasi lain yang telah diraihnya belum lama ini yakni pada penghujung tahún 2020 kemarin tepat tanggal 3 Desember, ia terpilih sebagai Tim Pakar Penyusun Debat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Baca Juga :   PJJ Daring SMPN 6 Palu, Terkendala Paket Data

“Salah satu pencapaian yang di luar dari ekspektasi saya adalah ketika saya tiba-tiba mendapat undangan dari Ketua KPU Sulteng dan dinyatakan terpilih sebagai Tim Pakar Penyusun Debat untuk pilkada yang dilaksanakan pada desember lalu. Pada kesempatan itu saya sangat bersyukur. Selain mendapatkan penghargaan, saya diberi hadiah uang tunai dan beberapa hadiah lainnya,” tuturnya.

Selain itu, Dosen yang sering menjadi narasumber di TVRI dan RRI ini telah beberapa kali dinobatkan oleh mahasiswa FKM sebagai dosen kategori motivator terbaik pada tahun 2017 dan kategori dosen inspirator terbaik tahun 2018.

Lebih lanjut, beberapa prestasi lain yang dicapainya pada tahun 2020 yakni berhasil menciptakan sejumlah E-aplikasi berbasis android yang mendapat penghargaan langsung dari dinas kesehatan.

“Tahun kemarin saya bersama tim saya membuat beberapa E-aplikasi yang berguna bagi masyarakat di antaranya aplikasi pendeteksi dini resiko tinggi bagi ibu hamil, bidan dan suami, monitoring tumbuh kembang anak, pendeteksi melahirkan stunting pada masa kehamilan serta pendeteksi stunting pada anak,” katanya

Baca Juga :   Bimtek Untuk Guru, Tingkatkan Kualitas PJJ

“Alhamdulillah hasil kerja keras kami ini mendapatkan penghargaan dari dinkes provinsi sulawesi tengah. Melalui kerjasama dengan dinkes, aplikasi tersebut telah kami launching dan sosialisasikan pada oktober kemarin ke hampir seluruh dinas kesehatan kabupaten se-sulawesi tengah,” tambahnya.

Atas berbagai prestasi yang telah berhasil diraihnya tersebut,  Dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak yang telah membantunya sehingga bisa meraih prestasi-prestasi tersebut.

“Memang tidak mudah untuk meraih sebuah prestasi. Itu saya rasakan di tahun 2020 kemarin. Bagaimana susah payahnya berjuang melakukan yang terbaik demi nama baik kampus juga. Namun semuanya terasa ringan. Sebab saya berjuang tidak hanya seorang diri, teman-teman dosen turut mendukung dan membantu. Saya sangat berterima kasih dan bahagia memiliki teman seperti mereka,” ungkap salah satu pendiri FKM itu.

Baca Juga :   Mahasiswa FKIP Untad Ikut Program Kampus Merdeka

Untuk itu, Ia berharap di tahun 2021 bisa berbuat yang terbaik lagi dan mengajak agar para dosen tetap berkarya dimanapun berada. “Tahun 2020 telah lewat, sekarang kita fokus untuk menata diri agar di tahun 2021 ini bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Olehnya, saya berharap serta mengajak kepada kita semua baik dosen, mahasiswa atau siapapun dan apapun statusnya, mari kita berkarya dan melakukan yang terbaik di tahun ini. Paling penting adalah kita harus senantiasa berdoa kepada Allah agar usaha kita selalu dimudahkan serta tidak lupa untuk bersyukur apapun hasil dari yang kita kerjakan,” harapnya.*/JAN

Komentar

News Feed