oleh

2020, SKIPM Palu Terbitkan 4.970 Sertifikat Kesehatan Ikan

SULTENG RAYA – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palu mencatat, telah menerbitkan 4.970 sertifikat kesehatan ikan sepanjang 2020.

Kasubsi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (Kasubsi Wasdalin) SKIPM Palu, Irmawan Syafitrianto, mengatakan, sertifikat kesehatan ikan atau  Health Certificate (HC) domestik keluar merupakan sertifikat paling sering diterbitkan.

“Sebanyak 4.467 sertifikat, yang terdiri dari 2.009 setifikat yang diterbitkan pada kantor induk di Palu,  2.037 sertifikat pada wilayah kerja Pantoloan dan 421 sertifikat pada wilayah kerja Tolitoli. Selain itu, tercatat sertifikasi lalulintas masuk sebanyak 499 sertifikat dan ekspor 4 sertifikat,” kata Irmawan Syafitrianto, Senin (11/1/2021).

Sementara itu, total nilai sumberdaya ikan dijamin kesehatan dan mutunya SKIPM Palu mencapai Rp126,1 miliar lebih, dengan rincian Rp118,9 miliar lebih nilai domestik keluar, Rp6 miliar lebih domestik masuk dan Rp1 miliar lebih untuk ekspor.

Baca Juga :   Palu Punya Produsen Telur ‘Raksasa’, Peternak Akui Belum Terekspos

“Meskipun, nilai ekspor relatif lebih kecil dibandingkan domestik keluar dan domestik masuk, namun hal itu menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp560 juta. Sehingga, pada tahun 2021 SKIPM Palu memiliki target peningkatan sertifikasi ekspor, terutama dari produk rumput laut,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kata dia, SKIPM Palu hingga kini terus berupaya mempertahankan pelayanan prima bagi pengguna jasa perkarantinaan ikan dan mutu, meski di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan optimalisasi layanan sertifikasi karantina ikan dan mutu perikanan pada SKIPM Palu dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.ULU

Komentar

News Feed