oleh

Buol Tertinggi Kekerasan Perempuan dan Anak

-Kab. Buol-dibaca 533 kali

SULTENG RAYA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat terdapat 323 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulteng sepanjang 2020.

Kabupaten Buol menjadi daerah tertinggi dengan jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 68 kasus.

“Dari sejumlah wilayah di Sulteng, Kabupaten Buol yang tertinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan 68 kasus kekerasan,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak DP3A Sulteng, Sukarti kepada Sulteng Raya, Senin (11/1/2021).

Posisi kedua dengan angka kasus kekerasan perempuan dan anak tertinggi adalah Kabupaten Poso dengan jumlah 58 kasus. Kemudian, disusul dengan beberapa daerah lainnya, diantaranya Kabupaten Sigi sebanyak 53 kasus, Kota Palu sebanyak 41 kasus, Kabupaten Banggai Kepulauan sebanyak 20 kasus dan Kabupaten Donggala sebanyak 19 kasus.

Selanjutnya, Kabupaten Morowali sebanyak 14 kasus. Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Morowali Utara sama-sama memiliki 13 kasus kekerasan. Kabupaten Tojo Una-una sebanyak 9 kasus. Kabupaten Banggai dan Kabupaten Toli-toli masing-masing sebanyak 7 kasus dan terakhir Kabupaten Banggai Laut dengan 1 kasus kekerasan.

Sukarti menambahkan, jumlah kasus berdasarkan tempat kejadian sepanjang 2020 terbanyak yakni kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan jumlah 205 kasus. “Jumlah korbannya ada 210 korban,” jelasnya.

Sementara untuk jenis kekerasan dialami korban terbanyak yakni kekerasan seksual sebanyak 141 kekerasan. Disu sul dengan 131 kasus kekerasan fisik, 129 kasus kekerasan psikis, 1 korban eksploitasi, 1 korban trafficking, 23 korban penelantaran dan jenis kekerasan lainnya ada 19 korban. NDY

Komentar

News Feed