oleh

Rektor: IMM Harus Ikuti Perkembangan Zaman dan Isu di Masyarakat

SULTENG RAYA-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan sekaligus sebagai salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, diharapkan selalu mengikuti perkembangan zaman dan isu yang ada di tengah masyarakat.

Setiap Kader IMM kata Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra., SE., MM, diharapkan mampu memahami isu yang ada, sehingga dapat menyikapinya dengan baik. Harus dapat mengalir sesuai realitas kehidupan. Mengalir bukan berarti mudah terbawa arus, namun dapat mengikuti perkembangan zaman dan isu yang ada di tengah masyarakat.

“Kader IMM yang militan itu, adalah seseorang yang mampu menyikapi permasalah yang ada di masyarakat dengan proporsional. Esensi dasar dari seorang kader militan adalah orang yang dapat mengikuti informasi atau isu yang sedang terjadi,”sebut rektor. Ahad (10/1/2021).

Baca Juga :   Lakukan Monev Di Tiga Sekolah, Kadisdikbud Dorong Pemanfaatan Kelas Digital untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Kata rektor, kader IMM juga diharapkan bisa menjadi pelopor, eksekutor dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Karena sebagai anggota masyarakat ilmiah yang cerdas dalam berpikir, harus bisa berpendapat serta bertindak tepat di dalam struktur sosial.

Ia juga menambahkan, bahwa yang menjadi dasar gerakan Muhammadiyah itu  adalah dari Surah Al-Ma’un dengan menganjurkan agar umat muslim memperhatikan masyarakat yang terbelakang, tertindas, dan masyarakat pra-sejahtera. “Maka dari itu, IMM tidak boleh kehilangan relevansinya dengan kondisi saat ini, serta harus mampu merumuskan Islam berkemajuan sehingga lebih responsif, relevan dengan tuntutan dan perkembangan zaman,”jelas rektor.

Apalagi kata rektor, dalam kondisi bencana non alam saat ini, tentu sangat diharapkan kehadiran IMM di dalamnya, memberikan kontribusi sesuai kadar kemampuannya.

Baca Juga :   PJJ Daring SMPN 6 Palu, Terkendala Paket Data

“Harus mampu dan aktif mewarnai nilai-nilai keislaman yang lebih mapan. Dapat menghadirkan solusi baru. Sehingga akan menjadi nilai keilmuan yang luas dan bisa dikonversi menjadi satu kekuatan untuk memperjuangkan persyarikatan,”tambah rektor. ENG

Komentar

News Feed