oleh

Pasien Positif Covid-19 di Sulteng Bertambah 52 Orang

-Kota Palu-dibaca 452 kali

SULTENG RAYA – Kasus positif Covid-19 di Sulawesi Tengah terus bertambah. Berdasarkan laporan harian Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulteng per Senin (4/1/2021), terdapat tambahan 52 kasus baru di daerah itu.

Kota Palu menjadi daerah dengan kasus tambahan tertinggi di Sulteng, yakni 30 kasus baru. Kemudian, Kabupaten Parigi Moutong sembilan kasus, Sigi tujuh kasus, Donggala empat kasus serta Tojo Unauna dan Morowali masing-masing satu kasus baru.

Kabar baiknya, di hari sama terdapat 77 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, tersebar di Kabupaten Morowali Utara 35 pasien, Kota Palu 17 pasien, Parigi Moutong 11 pasien, Sigi sembilan pasien, Tolitoli tiga pasien serta Banggai dan Banggai Laut masing-masing satu pasien.

Masih di hari sama, terdapat tiga pasien positif Covid-19 di Sulteng meninggal dunia, terdiri dari dua pasien di Parigi Moutong dan satu di Morowali.

Hingga Senein kemarin, komulatif positif Covid-19 di Sulteng sebanyak 3.802 kasus, terdiri dari 2.110 dinyatakan sembuh, 115 meninggal dunia dan 1.579 pasien masih dalam perawatan.

Melihat kondisi tersebut, sudah seharusnya kewaspadaan dan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

Baca Juga :   Penyusunan Pagu Anggaran 2023, Kakanwil Ulyas Tekankan Perbaikan Tampilan Madrasah

Sebagai langkah antisipasi mencegah tidak terkendalinya peningkatan kasus positif di daerah itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng telah memperketat perbatasan Sulteng.

Setiap pelaku perjalanan, wajib menunjukkan dokumen surat rapid test antigen dengan hasil negatif Covid-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor:443/692/DISKES tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulteng dikeluarkan pada 28 Desember 2020 lalu.

“Jangka waktu hasil rapid test antigen yang diterima yaitu 3×24 jam. Jika lewat dari jangka waktu itu, maka dianggap tidak berlaku dan tidak diizinkan masuk,” kata Gubernur Sulteng, Longki Djanggola Selasa (29/12/2020).

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu juga melakukan hal serupa. Meskipun, pemberlakuan persyaratan rapid test antigen maupun antibodi baru berlaku mulai besok, Rabu (6/1/2021).

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali memperketat penjagaan di pintu masuk wilayah Kota Palu.

Efektif mulai 6 Januari 2021, seluruh pelaku perjalanan masuk ke Wilayah Kota Palu harus bebas corona dengan menunjukkan dokumen hasil pemeriksaan rapid test antigen atau rapid test Antibodi kepada petugas di pos lapangan pemeriksaan pintu masuk Kota Palu.

Baca Juga :   Pengumunan! Ada Pasar Murah di Festival Tangga Banggo

Informasi tersebut dibenarkan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Pimpinan Setda Kota Palu, Goenawan. Menurutnya, rapid tes antigen berlaku bagi pelaku perjalanan dari luar Sulawesi Tengah, sementara untuk pelaku perjalanan dari kabupaten dalam wilayah Sulteng hanya diberlakukan rapid tes Antibodi.

“Persyaratan masuk ke wilayah Kota Palu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palu Nomor: 443/2428/Dishub/2020 yang ditujukan kepada Gubernur se-Pulau Sulawesi dan Surat Edaran Nomor: 443/2429/Dishub/2020 ditujukan kepada Bupati se-Sulteng tertanggal 29 Desember 2020,” kata Kabag Goenawan, Rabu (30/12/2020). 

Dalam Surat Edaran Wali Kota Palu yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Palu itu, termuat enam point yang ditekankan.

Pertama, setiap pelaku perjalanan wajib memakai masker. Kedua, mulai 6 Januari 2021, setiap orang ke wilayah Kota Palu dari luar Sulteng, wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid tes antigen non-reaktif yang berlaku 3×24 jam kepada petugas di pos lapangan pemeriksaan pintu masuk Kota Palu. Bagi yang datang dari kabupaten di wilayah Sulteng, wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid tes anti body non-reaktif yang berlaku 5×24 jam kepada petugas di pos lapangan pemeriksaan pintu masuk Kota Palu.

Baca Juga :   Posrem Diharapkan Tumbuhkan Pemahaman Hidup Sehat Anak Binaan

“Bagi pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan dasil rapid antigen atau Antibodi dari daerah asal, dapat melakukan pemeriksaan rapid tes berbayar melalui layanan kesehatan komersil di setiap pos lapangan pintu masuk Kota Palu,” kutipan point 3 dalam Surat Edaran Wali Kota Palu.

Keempat, pos lapangan pemeriksaan pintu masuk Kota Palu dibuka 1×24 jam dijaga oleh petugas gabungan dari tenaga kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan dan TNI serta Polri.

Kemudian, bagi pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan hasil pemeriksaan rapid tes antigen atau Antibodi dengan hasil non-reaktif dan tidak bersedia melakukan rapid tes melalui layanan kesehatan komersil di pos lapangan pintu masuk Kota Palu, tidak diperkenankan masuk ke Wilayah Kota Palu.

“Persyaratan bagi pelaku perjalanan masuk Kota Palu ini, berlaku sampai dengan diterbitkannya pemeritahuannya berikutnya,” kutipan point 6 dalam Surat Edaran Wali Kota Palu.HGA

Komentar

News Feed