oleh

2020, BNNP Sulteng Tangani 19 Kasus, Ringkus 38 Tersangka

-Kota Palu-dibaca 487 kali

SULTENG RAYA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah merilis hasil kerja pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Sulteng di Kantornya Jalan Dewi Sartika Kota Palu, Rabu (30/12/2020).

Kepala BNN Provinsi Sulteng, Brigjen Pol. Monang Situmorang menjelaskan, sepanjang pemutusan mata rantai suplly dan demand narkoba di daerah, pihaknya berhasil menangani sebanyak 19 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 38 orang.

“Target kita tahun ini hanya sembilan kasus dari pusat, alhamdulillah kita bisa bekerja melebihi ekspektasi,” katanya kepada awak media.

Selanjutnya, barang bukti yang berhasil disita oleh BNN se-Sulawesi Tengah yakni shabu sebanyak 1.374,01 gram, Ganja 960 gram, Uang Tunai sebanyak Rp. 37.684.000, Roda Dua 1 Unit dan Roda Empat 2 Unit.

BNN Se-Sulteng, lanjutnya, terus mengupayakan pemberantasan narkoba dengan maksimal melalui pemutusan jaringan narkoba agar mampu menurunkan supply narkoba. Jaringan yang saat ini diupayakan untuk diputuskan adalah  jaringan Lapas Petobo yang dikendalikan oleh Napi Hj. Ijhal (Lapas Petobo) dan Napi Aking (Lapas Cipinang Jakarta).

Selanjutnya, dari aspek pencegahan, BNN Provinsi Sulteng terus melakukan diseminasi informasi berupa sosialisasi bahaya narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari instansi pemerintah, instansi swasta, kelompok organisasi masyarakat, instansi pendidikan dan perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat.

Dari hasil itu, pihaknya Sulteng telah melakukan diseminasi informasi hingga 2.743.394 orang. Dengan rincian 4.069 orang pelajar, 1.160 orang mahasiswa, 125 orang pekerja, dan 2.738.040 kelompok masyarakat. BNNP Sulteng juga memberikan informasi tentang P4GN melalui media sosial, media cetak, maupun elektronik.

Baca Juga :   DPRD-Wali Kota Palu Setujui Ranperda Perubaha APBD 2022

Selain diseminasi informasi, juga dilakukan advokasi pada pemangku kebijakan di instansi pemerintah dan swasta agar dapat membangun sistem lingkungan yang berwawasan anti narkoba seperti membuat aturan tentang sosialisasi narkoba, aturan penggunaan media (stiker, pamflet, spanduk, baliho, dll) dalam pencegahan narkoba. Sebanyak 11 Instansi telah mendapatkan advokasi dari BNN Provinsi Sulawesi Tengah.

“Target yang responsif dari 11 instansi adalah 4 instansi, dan diakhir evaluasi, didapatkan 5 instansi yang responsif. diharapkan mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan narkoba secara mandiri,” tuturnya.

Selain pencegahan, BNNP Sulteng terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta aktif mencegah penyalahgunaan narkoba melalui pelatihan pengembangan kapasitas agar mampu menjadi penggiat-penggiat yang aktif dilingkungannya dalam mencegah peredaran gelap narkoba.

Pada Januari-Desember tahun anggaran 2020, Instansi pemerintah yang mendapatkan pengembangan kapasitas adalah Instansi yang berada di wilayah ibu kota Provinsi yaitu 30 orang yang terdiri dari 7 instansi pemerintah di lingkungan provinsi Sulawesi Tengah.

BNNP Sulteng juga melakukan upaya bimbingan teknis kepada 14 instansi swasta / badan usaha yang berjumlah 30 orang. Lingkungan pendidikan juga turut diberikan bimbingan teknis terkait pengembangan kapasitas P4GN.

Sebanyak 30 orang dari 21 instansi pendidikan mendapatkan penguatan tersebut. Tidak hanya itu, lingkungan masyarakat terutama parah tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat juga mendapatkan peningkatan kapasitas P4GN. Jumlahnya adalah 30 orang dari 10 desa di kabupaten Sigi.

Program pemberdayaan alternatif juga dilakukan pada wilayah rawan penyalahgunaan narkoba seperti wilayah Kelurahan Tavanjuka dan Kelurahan Palupi. Program pemberdayaan ini menyasar 15 orang dari kedua wilayah tersebut. Life-Skill yang diberikan adalah pelatihan pembuatan kerajinan lidi.

Baca Juga :   Pemkot Palu Siap Tertibkan Arsip Melalui Aplikasi ‘Srikandi’

Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, BNNP Sulteng bekerja sama dengan Rumah Sakit dan Puskesmas telah memiliki 35 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat di seluruh provinsi Sulawesi Tengah untuk menjalankan program rehabilitasi rawat jalan.

Satu lembaga yang menjalankan rehabilitasi rawat Inap yaitu Klinik Agung. Selama periode Januari-Desember 2020, BNN Prtovinsi Sulawesi Tengah telah merehabilitasi 338 pasien. Pasien yang telah menjalani rehabilitasi mendapatkan layanan pasca rehabilitasi untuk menjaga kekambuhan pasien dari penyalahgunaan narkoba.

Jumlah pasien yang sedang menjalani layanan pasca rehabilitasi adalah 31 pasien. Pulih produktif adalah tujuan rehabilitasi yang berarti mereka mampu mempertahankan masa bersih tanpa narkoba dan kembali produktif.

Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, BNN Provinsi Sulawesi Tengah membangun sinergi dengan seluruh pihak di Sulawesi Tengah. Sinergi itu berupa kerja sama antara BNNP Sulteng dengan Organisasi Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat dan Pihak Swasta. Sejauh ini, hasilnya terus positif dimana kedua belah pihak terus saling mendukung upaya pencegahan melalui sosialisasi dan tes urin.

Oleh karena itu, menyikapi persoalan narkoba yang masih mengancam, Gubernur Sulawesi Tengah telah mengeluarkan Peraturan Gubernur & Instruksi Gubernur tentang Rencana Aksi Nasional di Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika no 2 Tahun 2019 yang pada Intinya adalah menginstruksikan kepada Bupati / Walikota, Kepolisian Daerah, Organisasi Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal yang ada di Sulawesi Tengah untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba serta melaporkan hasilnya kepada Gubernur melalui kepala BNNP Sulteng.

Baca Juga :   Berikan Pembinaan Asn Kemenag Buol, Kakanwil Ulyas Tekankan Penerapan Lima Nilai Budaya Kerja

Pergub dan Instruksi ini mendorong percepatan seluruh instansi pemerintah dalam mengupayakan dukungan terhadap pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Sulawesi Tengah

Sebagai respon positif terhadap Pergub dan Instruksi Gubernur serta Instruksi Presiden sejumlah kementerian atau lembaga, Pemda, BUMN, dan instansi swasta telah melakukan aksi nyata, baik dalam bentuk sosialisasi bahaya narkoba, tes urine, ataupun pembentukan kader anti narkoba dalam mendukung terselenggaranya Inpres No. 2 tahun 2020 yang merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 6 Tahun 2018.

Sejumlah pemerintah daerah kota dan kabupaten di wilayah Sulawesi Tengah juga telah mengeluarkan regulasi P4GN antara lain yaitu Peraturan Daerah (Kab. Poso, Kab. Morowali dan Kab. Buol), Instruksi Walikota/Bupati (Kota Palu, Kab. Donggala, Kab. Poso dan Kab. Bangkep), Surat Edaran (Kab. Touna dan Kab. Bangkep) serta Nota Kesepahaman (Kab. Buol).

Selain itu, BNN Se-Sulawesi Tengah mendorong terbentuknya Desa Bersinar yaitu Desa yang bersih dari Narkoba. Saat ini terdapat 86 Desa di 13 Kabupaten/Kota yang telah berkomitmen dan didorong untuk menjadi Desa Bersinar. BNN Se Sulawesi Tengah akan jadi peggerak bagimereka dalam menjalankan programnya dengan menggunakan anggaran dana desa yang menurut kementerian Desa dapat digunakan seoptimal mungkin memerangi narkoba.*/RHT

Komentar

News Feed