oleh

2021 Untad Masih Berlakukan Kuliah Daring

SULTENG RAYA-Universitas Tadulako (Untad) memutuskan akan tetap memberlakukan kuliah daring atau online pada 2021 mendatang.

Keputusan tersebut diambil, setelah sebelumnya melihat kondisi perkembangan trend kenaikan kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah, terlebih adanya transmisi lokal  begitu masif hampir di semua kelurahan di Kota Palu, serta mobilisasi penduduk juga semakin masif, dipastikan kondisi tersebut masih sangat rawan jika kampus memberlakukan kuliah tatap muka di awal tahun.

“Kita harus kuliah daring mengingat kondisi pandemi yang ada di Sulawesi Tengah dan sekitarnya masih sangat rentan,” ungkap Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, Senin (28/12/ 2020).

Keputusan tetap memberlakukan kuliah daring akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini. Rektor bersama jajarannya disebut akan rapat untuk membahas proses perkuliahan untuk tahun 2021. Akan ditetapkan keputusan terbaru merespon edaran yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait dibolehkannya pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 2021.

Baca Juga :   Dua Kali Lakukan Simulasi, SDN 15 Palu Siap Laksanakan Tatap Muka

Diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bagi yang melaksanakan PTM harus dilakukan dengan syarat yang ketat. Dia menuturkan bahwa pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan pada Januari 2021 harus memperhatikan beberapa hal.

Dalam penyelenggaraannya, perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus yaitu mahasiswa, dosen, tenaga pendidik serta masyarakat sekitar kampus. Aturan pelaksanaan kuliah tatap muka Tak hanya pihak perguruan tinggi yang diwajibkan untuk memenuhi protokol kesehatan, namun sivitas akademika termasuk mahasiswa dan dosen juga harus memenuhi sejumlah syarat.

Dijelaskan, sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang melakukan aktivitas di kampus harus dalam keadaan sehat, dapat mengelola dan mengontrol bagi yang memiliki penyakit penyerta (comorbid). Khusus mahasiswa yang berusia di bawah 21 tahun, harus mendapatkan persetujuan dari orangtua atau pihak yang menanggungnya. Bagi mahasiswa yang tidak bersedia melakukan pembelajaran tatap muka dapat memilih pembelajaran secara daring.

Baca Juga :   Kadisdikbud Izinkan Tenaga Pendidik Belum di Vaksin ke Sekolah.

Mahasiswa dari luar daerah atau luar negeri wajib memastikan diri dalam keadaan sehat, melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau melakukan tes usap atau sesuai peraturan/protokol yang berlaku di daerah. */ENG

Komentar

News Feed