oleh

Sepanjang Tahun 2020, BNN Kota Amankan Sabu 81,91 Gram dan Uang Tunai Rp6,7 Juta

SULTENG RAYA- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, sepanjang tahun 2020, berhasil mengungkapkan sebanyak dua kasus narkotika dan prekursor narkotika yang melibatkan empat orang tersangka.

Dari empat tersangka itu, BNN Kota Palu mengamankan Sabu seberat 81,91 gram dan uang tunai sebesar Rp6,7 juta, serta mengamankan 2 timbangan digital, 3 unit handphone, dan 1 unit motor mio soul.

“Dari seluruh kasus yang diungkap, BNN Kota Palu mengidentifikasi dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 ada enam jaringan sindikat narkoba yang menjalankan bisnisnya,”ungkap Kepala BNN Kota Palu, AKBP. Baharuddin, pada konfrensi pers akhir tahun, di kantor BNN Kota Palu, Senin (28/12/2020).

Kata kaban, langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signífikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan pemintaan narkoba. Untuk itu BNN Kota Palu bersama Pemerintah Kota Palu telah merintis program Kota Palu BerSinar atau Palu bersih dari narkoba, bertujuan untuk menjadikan kawasan rawan penyalahgunaan narkoba menjadi kawasan atau daerah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga :   Pemkot Palu Tampung Saran Lewat Konsultasi Publik

“Kami bersama Pemerintah Kota Palu, sebelumnya sudah melakukan pencanangan Kecamatan Bersinar, di Kecamatan Tatanga,”ungkap Kaban.

Walaupun diakui kaban, program tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan dan masih perlu dukungan yang serius dari Pemkot Palu untuk mewujudkannya.

Lanjutnya, kampanye stop narkoba tahun ini tidak seperti tahun 2019 dimana yang biasanya BNN Kota Palu menghadirkan peserta hampir mencapai 600 orang, tahun ini hanya bisa dilakukan secara virtual dengan menghadirkan Forkompimda sebanyak 20 orang, sedangkan untuk pembentukan relawan anti narkoba sebanyak 30 orang dan satgas anti narkoba di lingkungan pendidikan SMP sebanyak 18 satgas.

BNN Kota Palu juga katanya di tahun ini, telah mengidentifikasi tiga lokasi kawasan rawan narkoba dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di tiga lokasi yang berada dalam kawasan perkotaan.

Baca Juga :   BSI Area Palu Mulai Migrasi Rekening Eks BRIS-BNIS

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemberdayaan masyarakat, dengan cara melibatkan peran serta masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi maupun pelaksanaan tes urine di Kelompok Masyarakat, Pendidikan, Instansi Swasta dan Pemerintah.

“Dalam tahun ini, BNN Kota Palu telah melakukan tes urine secara mandiri sebanyak empat kali dengan peserta sebanyak 162 orang,”jelas kaban.

Selanjutnya, dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun ini Klinik Pratama Sangurara BNN Kota Palu telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada satu lembaga instansi pemerintah yakni RSU Untad.

Sementara itu, jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah sebanyak 63 orang dan untuk pelayanan pasca rehabilitasi sebanyak 20 orang. Sedangkan untuk menguatkan perlawanan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, BNN Kota Palu membangun sinergitas dengan seluruh masyarakat Kota Palu, baik di ingkungan pendidikan, swasta, pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga :   Cukup Rp16.800, Driver Gojek Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Pada tahun ini BNN Kota Palu telah menjalin kerja sama dituangkan dalam bentuk MOU dengan tiga instansi pemerintah, dan 24 lingkungan pendidikan menengah pertama, dengan total dokumen kerja sama sebanyak 27 dokumen. Diantaranya adalah dengan BPTD Wilayah XX Provinsi Sulawesi Tengah, dalam bentuk himbauan di traffic light yang ada di Kota Palu.

Selain itu, BNN Kota Palu juga memberikan layanan rehabilitasi, BNN telah memberikan layanan asesmen terpadu kepada 35 orang tersangka/terdakwa yang sedang menjalankan proses hukum dari 65 orang target asesmen. ENG

Komentar

News Feed