oleh

BPOM di Palu Memusnahkan Ribuan Obat-Kosmetik Ilegal

SULTENG RAYA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu memusnahkan sebanyak 6.011 pcs obat dan kosmetik ilegal di Kantor BPOM di Palu Jalan Tadulako Kota Palu, Senin (28/12/2020).

“Kosmetik tidak memiliki izin edar diantaranya sebanyak 5.738 pcs dari jumlah tersebut, obat tradisional sebanyak 181 pcs dan pangan yang tidak memiliki izin edar sebanyak 92 pcs. Adapun nominal kerugian ditaksir sebesar Rp150,9 juta atau tepatnya Rp150.964.702,” kata Kepala BPOM di Palu, Fauzy Ferdiansyah kepada awak media usai pemusnahan.

Pelaksanaan pemusnaan, kata dia, dilakukan dengan dua cara, yakni dimusnakan dengan api dan satunya lagi dengan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan cara ditimbun.

Baca Juga :   SPAM Regional Palu Ditarget Selesai 2023

Upaya pengawasan telah dilakukan, berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan  Nomor 22 tahun 2020 tentang Organisasi dan tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan, bahwa Balai POM melakukan fungsi pengawasan melalui pemeriksaan fasilitas distribusi obat dan makanan, pengujiaan laboratorium dan pelaksanaan cegah tangkal, intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peaturan perundag-undangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan. Komoditi produk yang diawasi oleh Balai POM adalah produk obat, kosmetika, obat tradisional, produk pangan dan suplemen kesehatan.

Sedangkan pemusnahan produk obat dan makanan ilegal hasil pengawasan merupakan  tindakan dilakukan Balai POM di Palu, sebagai tindak lanjut terhadap produk obat dan makanan ilegal hasil pengawasan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. Pemusnahan dilakukan terhadap produk obat dan makanan ilegal alias tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi persyaratan.

Baca Juga :   Kepsek Sebut Telah Menjadi Penggerak di Sekolah

“Jumlah tersebut merupakan hasil dari kegiatan pengawasan  sepanjang 2019 dan 2020, berupa pemeriksaan sarana distribusi dan hasil kegiatan operasi-operasi yang dilakukan oleh Balai POM di Palu yang tidak dilanjutkan ke proses selanjutnya atau pro-justitia,”  tuturnya.RHT

Komentar

News Feed