oleh

Umat Muslim Sulteng Kutuk Penembakan Enam Anggota FPI

SULTENG RAYA – Sejumlah Umat Muslim di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tergabung dalam Solidaritas Umat Muslim Sulteng, mengutuk keras pelaku penembakan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) hingga mengakibatkan kematian.

Selain itu, umat muslim di Sulteng juga menyayangkan penahanan Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Bin Husain Syihab beberapa waktu lalu di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Ketua DPD FPI Sulteng, Ustaz Sugianto Kaimudin menilai, pembunuhan terhadap enam WNI tak berdosa oleh oknum anggota Polri, seolah pengulangan terhadap berbagai peristiwa meninggalnya warga negara akibat kekerasan dengan senjata api oleh petugas negara di luar proses hukum yang seharusnya melalui pengadilan.

Ustaz Sugianto Kaimudin menjelaskan, kronologi singkat tentang pengawal Habib Rizieq yang sebelumnya dikabarkan hilang dan diduga atas perlakuan orang tak dikenal (OTK) menyisahkan duka yang mendalam dimana akhirnya Polda Metro Jaya membeberkan informasi melalui media bahwa keenam laskar FPI telah mati tertembak di Tol KM 50 Cikampek karena melawan aparat.

Baca Juga :   BSI Area Palu Mulai Migrasi Rekening Eks BRIS-BNIS

“Ironisnya enam nyawa manusia sekaligus dibunuh tanpa jejak. Negeri yang merdeka tapi hukum sewenang-wenang,” katanya.

Sementara, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sulteng, Ustaz Hartono M Yasin Anda yang juga sebagai koordinator aksi mengatakan, penghukuman/penembakan oleh institusi negara tanpa proses peradilan adalah merupakan perbuatan Extra Judicial Killing atau pembunuhan di luar hukum yang dapat diduga kuat telah terjadi Oxtra Ordinary Crime/kejahatan luar biasa karena merupakan pelanggaran HAM berat.

Hartono meminta dan mendesak Komnas HAM RI menginvestigasi dan segera dilakukan pengungkapan fakta dan peristiwa yang berkepastian dengan membentuk Tim Independen Pencari Fakta.

Sementara, Abu Umar Al Qassam dari Ormas Garuda membacakan pernyataan sikap dari Solidaritas Umat Islam Sulteng di Rumah Jurnalis Kota Palu atas tindakan oknum institusi Kepolisian Republik Indonesia dan secara umum kepada Pemerintah Indonesia yakni, Mendesak agar pelaku penembakan terhadap enam Warga Negara Indonesia yang tidak berdosa tersebut diseret ke Pengadilan guna mempertanggungjawabkan perbuatan biadab mereka.

Baca Juga :   BSI Area Palu Ikut Genjot Pembiayaan KPR Sejahtera

Selanjutnya, penahanan Imam Besar Al–Habib Muhammad Rizieq Bin Husain Syihab adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan signal bahwa kekuasaan telah menjelma menjadi otoritarianisme yang diharamkan pada negara- negara beradab dan berperikemanusiaan, hal ini dikarenakan pada saat melakukan kegiatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW. Oleh Pemda DKI Jakarta Al – Habib Muhammad Rizieq Bin Husain Syihab bersama penyelenggara telah diberikan sanksi protokol kesehatan berupa denda sebesar Rp50 juta dan sebagai Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang taat kepada aturan hukum maupun konstitusional yang berlaku, sanksi denda tersebut dipenuhi dan dibayar lunas.

Meminta pihak kepolisian agar Al – Habib Muhammad Rizieq Bin Husain Syihab dibebaskan dari tahanan Polda Metro Jaya tanpa syarat apapun.

Meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya karena telah menyalahgunakan wewenang, melanggar hukum dan prinsip–prinsip keadilan.

Baca Juga :   Polsek Palu Timur Bagi-Bagi Takjil ke Pengendara

Meminta kepada otoritas yang berwenang menetapkan Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran sebagai pelaku kejahatan kemanusian dan menyeretnya ke Pengadilan HAM ad hoc.

Mengajak semua elemen masyarakat yang peduli terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia untuk mengawasi dan mengawal jalannya proses pencarian keadilan. Stop Kriminalisasi dan Stop Diskriminasi Hukum terhadap Ulama.
Usai memberikan pernyataan sikap, massa Solidaritas Umat Muslim Sulteng ini langsung menuju Polres Palu untuk menyampaikan pernyataan yang sama.

Selanjutnya, massa dari Ormas Islam diantaranya Forum Umat Islam  (FUI), Front Pembela Islam FPI dan Garda Pembela Umat dan Bangsa (Garuda) serta elemen  Umat Muslim Sulteng, akan menggelar aksi solidaritas pada Jumat 18 Desember 2020 besok dengan sasaran kantor DPRD Provinsi Sulteng dan Polda Sulteng. SYM

Komentar

News Feed