oleh

Buka Kampus di Awal Tahun, Rektor Tunggu Surat Resmi

SULTENG RAYA- Wacana pembukaan kampus di awal tahun 2021, atau di awal semester genap tahun depan, masih menunggu kepastian dalam bentuk detail aturan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Rektor Unismuh Palu. Dr Rajindra, SE., MM mengatakan, sepanjang belum ada detail aturan atau surat edaran resmi dari Ditjen Dikti, maka kampus Unismuh Palu belum bisa dipastikan akan buka. Mengingat resiko untuk membuka kampus dalam kondisi pandemi sangat tinggi. Sampai saat ini, Unismuh Palu masih menjadikan kesehatan mahasiswa, dosen, dan staf sebagai prioritas utama.

“Kalau hanya informasi atau kabar-kabar, itu tidak bisa dijadikan acuan, sepanjang belum ada detail aturan atau surat edaran resmi dari Ditjen Dikti, baik itu dikirim langsung dari Ditjen Dikti atau dari LLDikti Wilayah IX (Makassar) atau LLDikti XVI (Gorontalo), itu belum bisa kami pastikan dibuka atau tidak,”jelas rektor. Kamis (3/12/2020).

Lanjut rektor, jika belum dibuka maka selama itu juga proses perkuliahan di kampus biru Unismuh Palu masih menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan selama ini proses PJJ dinilai berjalan dengan baik, karena belum ada keluhan yang diterima.

Pastinya kata rektor, final test (ujian semester) akan dilaksanakan di Bulan Januari 2021, dan awal semester genap akan dimulai di Bulan Februari 2021. Sehingga jika detail aturan atau surat edaran resmi dari Ditjen Dikti itu ada, maka proses perkuliahan tatap muka Of Line akan dimulai di Bulan Februari tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengizinkan sekolah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Januari 2021. Ia memastikan, kebijakan ini juga bakal diberlakukan untuk perguruan tinggi, namun masih menunggu detail aturan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Nadiem meminta para dosen dan mahasiswa bersabar menunggu teknis aturan bagi perguruan tinggi. “Bagi teman-teman dosen dan mahasiswa jangan cemas, bahwa ini bukan hanya untuk sekolah tapi juga untuk perguruan tinggi, tetapi protokol kesehatan dan daftar kesiapannya akan diatur Dirjen Dikti,” kata Nadiem.

Nadiem menyampaikan protokol kesehatan untuk perguruan tinggi akan diberikan dalam waktu dekat pula. Dia memperkirakan aturan pembukaan sekolah dengan pembukaan perguruan tinggi tidak akan jauh berbeda.

“Tetapi protokol kesehatan dan daftar periksanya dan lain-lainnya itu akan ditetapkan selanjutnya dalam waktu yang dekat oleh Dirjen Pendidikan Tinggi. Yang bisa saya umumkan bahwa perguruan tinggi juga akan ada dalam perlakuan pembolehan sekolah tatap muka,” ungkapnya. ENG

Komentar

News Feed