oleh

Buka Sekolah Di Awal Tahun, Akademisi Minta Pemerintah Bijak Melihat Kondisi

SULTENG RAYA-Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Moh Rizal Masdul, berharap kepada Mendikbud Nadiem Makarim dan Pemerintah Daerah untuk mempertimbangkan kembali membuka sekolah di awal tahun 2021.

Apalagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini bukannya menunjukan trend menurun, melainkan menunjukan trend naik. Pemerintah kata Rizal, harus memikirkan dan mendahulukan keselamatan jiwa peserta didik. Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru di Indonesia.

Apa lagi, jika daftar periksa utama di sekolah belum tentu bisa terpenuhi semua, seperti alat cuci tangan dan termogun. Jikapun itu terpenuhi, belum tentu juga bisa menjamin menyelamatkan peserta didik dari inveksi virus asal Wuhan itu. Apa lagi peserta didik tingkat SD, lebih menyukai kumpul-kumpul dan bermain dengan teman-temannya.

Namun jika mereka tetap berada di rumah, kondisi tersebut bisa terpantau. “Jaga jarak, sepertinya itu sangat sulit, namanya anak-anak jiwa ingin berbaur dengan teman-temannya sulit dilarang, tidak mungkin bapak ibu gurunya bisa memantau terus,”ujar Rizal. Kamis (3/12/2020).

Jika alasan pemerintah, metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak efektif dan sulit mengukur capaian kurikulum, maka dapat merevisi kurikulum dengan menyesuaikan dengan kondisi saat ini, sebagai kondisi darurat. Apalagi sebelumnya, Mendikbud Nadiem telah menginstruksikan kepada setiap guru untuk menyederhanakan materi, agar tidak terlalu banyak tugas yang membebani peserta didik di rumah.

Karena kunci sekolah dibuka atau tidak berada di tangan Pemerintah Daerah, maka Rizal berharap agar pemerintah daerah bisa lebih bijak untuk tidak terburu-buru membuka sekolah demi keselamatan peserta didik. “Jangan sampai karena kepentingan politik pendidikan, mengorbankan keselamatan peserta didik kita, ingat keselamatan jiwa harus diutamakan, diatas apapun,”tutup Rizal. ENG

Komentar

News Feed