oleh

Tim Terpadu Palu Operasi Yustisi di 15 Cafe

SULTENG RAYA – Tim terpadu bagian tim penegakkan hukum terdiri dari Satpol PP, Dishub, Porli dan TNI, melakukan operasi yustisi penegakkan hukum Protokol Kesehatan (Prokes) di 15  cafe di Kota Palu, Rabu (2/12/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Trisno Yunianto, mengatakan, dari 15 cafe didatangi dalam giat operasi yustisi tersebut, terdapat dua cafe diberikan sanksi berupa teguran tertulis.

“Selain sanksi teguran tertulis, jika belum ada perbaikan atau perubahan maka akan diberikan sanksi lainnya yaitu denda administrasi atau membeli 50 picis masker, selain itu ada pula sanksi penutupan sementara tempat usaha, hingga sanksi pencabutan izin usaha,” kata Trisno Yunianto, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Maka dari itu, kepada pemilik usaha atau cafe diharapkan dapat memenuhi kewajiban untuk melaksanakan dan mematuhi Prokes pencegahan Covid-19, agar memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Tim terpadu bagian tim penegakkan hukum terdiri dari Satpol PP  Kota, Dishub Kota Palu, TNI dan Polri, melakukan giat pendisiplinan masyarakat dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) atau operasi yustisi di Jalan Moh Hatta dan Taman Gelanggang Olahraga (Gor), Selasa (1/12/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Trisno Yunianto, mengatakan, dalam operasi yustisi tersebut, terdapat 69 orang terjaring tim terpadu langgar prokes Covid-19. 

“Dari 69 orang, diberikan sanksi perorangan yaitu 64 orang diberikan sanksi sosial dan lima orang diberi sanksi denda lima buah masker masing-masing orang, jadi total masker sebanyak 25 masker,” kata Trisno Yunianto.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Perlu diketahui, tim terpadu terdiri dari dua bagian, yaitu tim penerapan disiplin dan tim penegakkan hukum. Tim penerapan disiplin memiliki tugas utama melakukan sosialisasi secara massif tentang Perwali Nomor 19 Tahun 2020 dan mensosialisasikan prokes bagi seluruh lapisan masyarakat, serta pelaku usaha. Sementara, tim penegakkan hukum melakukan penindakan atas pelanggaran prokes.

“Lebih jelasnya, tim penerapan disiplin tidak menindak hanya mensosialisasikan, sedangkan tim penegakkan hukum langsung menindak dan memberikan sanksi kepada pelanggar prokes,” jelasnya.

Tim penerapan disiplin terdiri dari Diskominfo Kota Palu, Disperdagin Kota Palu, Dinkes Kota Palu dan Dispar Kota Palu. Sementara, tim penegakkan hukum terdiri dari Satpol PP, TNI, Dishub dan Polri. Dua tim tersebut dapat bekerja sama melaksanakan tugasnya secara bersama-sama.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

“Yang artinya, entah itu tim penerapan disiplin dan tim penegakkan hukum keduanya merupakan bagian dari tim terpadu penerapan disiplin dan penegakkan hukum prokes Covid-19 di wilayah Kota Palu,” ucapnya.ULU

Komentar

News Feed