oleh

Kembangkan Edukasi Kebencanaan, Unismuh Palu Menuju Kampus Siaga Bencana

SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, terus mengembangkan edukasi kebencanaan sebagai sebagai bentuk keseriusan sebagai kampus Siaga Bencana, bahkan kini telah membentuk unit kebencanaan diberi nama Sintuvu.

Upaya tersebut kata Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, SE., MM sebagai bentuk respon sebagai masyarakat akademis yang hidup diatas daerah rawan bencana, sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab moral sebagai seorang masyarakat akademis.

Akhir pekan kemarin, Sabtu (28/11/2020), Unismuh Palu melakukan Webiner Nasional mengangkat tema Sinergitas Manajemen Infrastruktur Berbasis Kebencanaan, kerjasama dengan Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUILD), dengan menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Dr.  Rajindra, SE., MM (Rektor Unismuh Palu), Ir. H. Miftachul Munir, MT (Direktur Sistem dan Strategi jalan dan Jembatan Dirjen Binamarga), Ir. H. Iskandar Arsyad, M.Si (Kepala Dians PU Kota Palu), Dr. Ir. Tutang M.K, ST.,M.Si.IPM ASEAN Eng (Ketua Forum Dosen Indonesia DIS Prov.Sulteng/Dosen Fatek Untad).

Baca Juga :   Rusunawa Untad Kini Siap Ditempati

Setelah sebelumnya juga telah berkali-kali melakukan Worksop mengenai kebencanaan dengan menghadirkan berbagai unsur di masyarakat. “Untuk menciptakan pusat keunggulan dan mengintegrasikan peningkatan kapasitas ketahanan kebencanaan di tingkat individu, tentu memerlukan proses, salah satu prosesnya adalah melalui Webiner Nasional ini, karena di sini ada pertukaran informasi dan transfer pengetahuan oleh seluruh pemateri terkait aspek manajemen infrastruktur berbasis kebencanaan,”ujar rektor. Sabtu (28/11/2020).

Katanya, sedari awal pasca bencana 28 September 2018 silam, kampus ini sudah aktif membantu berbagai NGO yang berasal dari Eropa, bahkan menurunkan ratusan mahasiswa untuk membantu kegiatan-kegiatan NGO itu. Sekalipun saat itu SDM-SDM dari kampus biru  tidak memiliki pengetahuan kebencanaan. “Paling tidak saat itu, bisa membantu mendata atau apapun itu, sekaligus belajar menangani penanggulangan kebencanaan secara tidak langsung dari orang-orang Eropa itu,”urai rektor.

Baca Juga :   Empat Tahun Terakhir, Unismuh Palu Dikembangkan Lewat Lima Program Kerja Strategis

Bulan Desember katanya, Unismuh Palu akan kembali melakukan diskusi publik terkait kebencanaan dengan menghadirkan berbagai pihak, termasuk korban yang selamat dari bencana tsunami dan likuifaksi. Dengan harapan mereka ini bisa menceritakan pengalamannya dalam menghadapi musibah itu sehingga selamat, penuturan mereka ini akan menjadi bahan akademis.

Rektor menekan pentingnya hal ini diseriusi, karena banyaknya korban jiwa pada tanggal 28 September 2018 silam, diakibatkan karena masyarakat saat itu masih awam tentang mitigasi bencana, tidak mengerti apa yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi seperti itu, termasuk kualitas bangunan yang ada di Kota Palu tidak sesuai kualitas tahan gampa. “Itulah pentingnya tahapan-tahapan ini, untuk menghasilkan naskah yang bisa menjadi bahan eduksi yang bisa diberikan kepada masyarakat kampus (mahasiswa, dosen dan staf) juga kepada masyarakat umum di luar kampus,”tekan rektor.  ENG

Baca Juga :   Selama Bulan Puasa, Aktifitas Kampus Tetap Berjalan

Komentar

News Feed