oleh

Pilkada Serentak 2020 , Misi Selamatkan Kemanusiaan, Selamatkan Kualitas Demokrasi

SULTENG RAYA – Sorot mata yang serius, nada suara yang tegas, serta kepal tangan yang penuh semangat, Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Ratna Dewi Pettalolo menekankan kepada jajarannya agar mewujudkan pemilihan serentak 2020 sebagai pemilihan yang sehat, aman dan berkualitas.

Oleh: Irwan/Sulteng Raya 

Di depan ratusan peserta apel siaga pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, tugas pengawasan tahun ini sangat berat karena dilaksanakan di situasi tidak normal yaitu  di tengah pandemi Covid-19.

Bawaslu bukan hanya melakukan pengawasan Pilkada agar berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, tetapi memastikan pelaksanaanpemilihan serentak tahun 2020 sesuai protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Kegiatan apel siaga pengawasan Pilkada tahun 2020 di provinsi Sulawesi Tengah itu dilaksanakan, Ahad (22/11/2020) lalu di Hotel Best Western Palu dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan itu, dihadiri seluruh stakeholder seperti Pemda, Forkopimda, Perwakilan Partai Politik, LO Paslon Kepala Daerah, media massa serta jajaran Panwascam yang berasal dari tiga kabupaten/kota yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Dalam apel siaga tersebut, Ratna Dewi Pettalolo dengan penuh semangat menekankan agar pemilihan serentak yang puncak pungut hitungnya tanggal 9 Desember 2020 itu bisa terlaksana dengan sukses.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Pemilih tidak boleh ragu datang ke TPS dengan alasan takut Covid-19, olehnya pengawas harus benar-benar memastikan protokol kesehatan dilaksanakan pada puncak pungut hitung tersebut.

“Tentu kita semua berharap, pemilihan serentak tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Tengah akan terlaksana secara sehat, aman,nyaman dan berkualitas. Sehingga melahirkan pemimpin yang berkulitas untuk melanjutkan kepemimpinan lima tahun kedepan,”ujar Mantan Ketua Bawaslu Sulteng ini.

Dia merinci, pada tanggal 9 Desember 2020, akan berlangsung secara serentak pemilihan kepala daerah di 270 daerah. Secara Nasonal, Pilgub akan diikuti oleh 25 Paslon, Pemilihan Bupati diikuti 412 Paslon serta Pilwalkot akan diikuti 101 Paslon.

Khusus di Sulteng, akan berlangsung 1 Pemilihan  Gubernur, 1 Pemilihan Walikota dan 7 Pemilihan Bupati. Dengan peserta terdiri dari 2 Paslon untuk Pilgub, 21 Paslon untuk Pemilihan Bupati serta 4 Paslon untuk Pemilihan Wali Kota.

“27 Paslon yang akan ikut dalam kontestasi pemilihan serentak ini, merupakan putra dan putri terbaik di Sulteng. Siapapun yang akan terpilih, ini merupakan kemenangan masyarakat di Provinsi Sulteng dan menjadi kemenangan kita semua,” katanya.

Dia menambahkan, secara nasional, pemilih yang terdaftar pada DPT yang akan mengikuti pemilihan serentak tahun 2020 sebanyak 100.359.156. Khusus di Sulteng  DPT sebanyak 2.022.191 Pemilih.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

“Tentu menjadi kewajiban semua, untuk menggunakan hak pilih. Datang ke TPS menentukan pilihan sesuai hati nurani masing-masing,  agar ini menjadi bagian penting yang menorehkan sejarah, bahwa pemilihan serentak tahun 2020 bisa melahirkan pemimpin yang berintegritas. Karena dilahirkan dari proses yang berintegritas dan penyelenggara yang berintegritas dan diikuti oleh peserta yang berintegritas,”jelasnya.

Menurutnya, memang tidak mudah menyelenggarakan pemilihan di tengah pandemi Covid-19. Tidak semua negara-negara di dunia berani mengambil keputusan untuk melanjutkan pemilihan di tengah pandemi Covid-19.

“Indonesia adalah satu dari beberapa negara yang berani mengambil keputusan politik penting yang kemudian dituangkan dalam Perppu nomor 2 tahun 2020, kemudian telah diubah dengan UU No. 6 tahun 2020 yang secara tegas dan meyakinkan bahwa akan melanjutkan pemilihan di tengah pandemi Covid-19. Tentu dengan syarat, penyelenggaraan ini sesuai dengan protokol kesehatan covid-19. Sehingga tujuan dari pemilihan tahun 2020, adalah mewujudkan pemilihan yang sehat, pemilihan yang aman, dan pemilihan yang berkualitas,”jelasnya.

Tugas berat bagi penyelenggara, menurut Ratna Dewi Pettalolo adalah  menjalankan misi bagaimana menyelamatkan kemanusiaan sekaligus menyelamatkan kualitas Pilkada tahun 2020.

“Karena di dalam negara-negara demokrasi di dunia ini. Termasuk di Indonesia. Keselamatan kemanusiaan adalah hukum yang tertinggi. Bahkan dalam pembukaan UUD Tahun 1945, secara tegas mengatakan tugas negara  adalah melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,”katanya.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Untuk mewujudkan misi itu, jajaran pengawas pemilu harus memastikan Pilkada tahun 2020,  tidak menimbulkan keburukan atau menjadi Pilkada yang menularkan Covid-19.

Olehnya, kata Ratna Dewi, tugas kita semua, baik penyelenggara, pemerintah daerah, partai politik, pasangan calon, media massa dan seluruh komponen masyarakat yaitu selamatkan Pilkada ini dengan menjadi Pilkada sehat dengan taat pada prokes.

Dia mengimbau seluruh pihak agar memulai perilaku baru dengan senangtiasa mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi bisa menjadi penularan Covid-19.

Menurut Ratna Dewi Pettalolo, jika kita sukses menyelamatkan misi kemanusian sekaligus menjaga kualitas demokrasi, maka hal ini menjadi catatan sejarah pada pemilihan 2020.

“Sejarah ini tidak akan terulang, jika kalian mencatatnya dengan tinta emas maka kalian akan mendapatkan keberhasilan kedepan.  Sebaliknya, jika kalian mencatatnya dengan tinta buruk, maka akan menjadi catatan keburukan bagi proses demokrasi. Jaga integritas, jaga solidaritas, bekerja dengan profesional,” tegas Ratna Dewi Pettalolo. *** 

Komentar

News Feed